Pedagang Pasar Bersehati Tuntut Polda Sulut Tuntaskan Dugaan Korupsi di Perumda Pasar Manado
Glendi Manengal July 27, 2026 01:22 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Pedagang Pasar Bersehati Manado menggelar demonstrasi di depan Markas Polda Sulawesi Utara di Jalan Bethesda, Sario, Manado, Senin (27/7/2026).

Massa aksi menamai diri mereka sebagai Forum Persatuan Persaudaraan Pasar Tradisional di Manado.

Demonstrasi tersebut digelar untuk menyampaikan sejumlah aspirasi para pedagang.

Salah satunya adalah dugaan laporan pengrusakan pagar oleh pedagang ikan beberapa waktu lalu.

Para pedagang merasa keberatan dengan laporan tersebut karena merasa dikriminalisasi.

Mereka meminta polisi adil dengan juga menindaklanjuti dugaan kasus korusi di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Manado yang dilaporkan pada tahun 2025.

"Jangan cuma karena pagarnya dirobohkan lalu beraninya menangkap kami. Tangkap juga pihak Perumda Pasar Manado yang korupsi!" ujar seorang pedagang.

Menurut mereka, perusakan pagar dinilai tak sebanding dengan dugaan kasus korupsi tersebut.

Selain itu, sejumlah kebijakan Perumda Pasar Manado kerap dirasa merugikan pedagang.

"Kami sudah bayar retribusi kebersihan juga, tapi lihat di bagian belakang masih kotor. Ada apa dengan kalian ini!" seru pedagang lain.

Polisi juga diminta tak terlalu keras dengan para pedagang.

Pasalnya, mereka hanya masyarakat yang setiap hari menggantungkan mata pencaharian dengan berjualan namun hasilnya pun tak menentu.

"Jangan jahat-jahat dengan rakyat kecil!" seru para pedagang. (*)

Baca juga: Polres Tomohon Beri Penjelasan Terkait Viral Beredar Uang Palsu, Kasat Reskrim: Ini Kasus Penipuan

PENJELASAN - Direktur Keuangan PD Pasar Manado, Irving Biki menjelaskan soal aksi protes pedagang, Senin 27 Juli 2026. Persoalan klasik, banyak pedagang ogah didata dan diverifikasi. PD Pasar mengkategorikan meraka 'pedagang liar'.
PENJELASAN - Direktur Keuangan PD Pasar Manado, Irving Biki menjelaskan soal aksi protes pedagang, Senin 27 Juli 2026. Persoalan klasik, banyak pedagang ogah didata dan diverifikasi. PD Pasar mengkategorikan meraka 'pedagang liar'. (Tribun Manado/Fernando_Lumowa)

Jawaban Direksi PD Pasar Kota Manado Terkait Aksi Mogok Jualan Pegadang Ikan

Direksi PD Pasar Kota Manado menyesalkan aksi mogok jualan pedagang ikan segar pada Senin 27 Juli 2026.

Direktur Keuangan PD Pasar Manado, Irving Biki memberi penjelasan soal penataan hanggar ikan segar.

"Penataan jualan ikan basah ini sudah lama kami sosialisasikan. Sudah sebulan lebih disampaikan. Termasuk soal pemagaran. Dulu kan sebenarnya dipagar tapi kesepakatan bersama, kita bongkar pagar asal semuanya jualan di dalam hanggar," kata Irving kepada Tribunmanado.co.id di hanggar UMKM kuliner, Senin pagi. 

Irving menjelaskan pula pemagaran dilakukan malam hari karena kondisinya memungkinkan. "Tidak mungkin dilakukan siang hari. Malam tidak ada aktivitas jualan," katanya. 

Ia pun membantah klaim Perkumpulan Persaudaraan Pedagang Pasar Tradisional (P4T) Manado hanggar ikan basah tidak cukup untuk pedagang. 

Menurut Irving ini persoalan klasik. Banyak pedagang ogah didata dan diverifikasi. PD Pasar mengkategorikan meraka 'pedagang liar'. 

Katanya, kapasitas hanggar sesuai pedagang terdata 225 lapak. "Persoalannya, banyak pedagang yang tidak mau didatang, mereka ini yang ambil ikan ke pengepul, pedagang di dalam, jualan di luar. Kadang jualan kadang tidak," katanya lagi. 

Ia juga menjelaskan soal pembatasan cool box. Irving bilang narasi itu keliru. Katanya, seharusnya di hanggar pasar ikan basah tidak boleh ada cool box. 

Hanya meja untuk menggelar dagangan. "Sejak awal seharusnya, cool box itu ada tempat sendiri, di tempat kumpul bagian belakang hanggar. Tapi komitmen ini juga dilanggar. Cool box dibawa ke tempat jualan. Kami melakukan penataan," katanya lagi. 

Selain itu, menurutnya, selama ini pedagang tidak komitmen menjaga kebersihan. 

"Limbah ikan tidak dikelola dengan baik. Air dan buangannya sisa pembersihan semua dibuang ke situ. Itu yang bikin bau," kata mantan direktur umum ini. (ndo)

DEMO - Pedagang Pasar Bersehati Manado demo menolak kebijakan terkait penataan hanggar ikan segar, Senin (27/7/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes terkait dengan pemagaran keliling hanggar ikan.
DEMO - Pedagang Pasar Bersehati Manado demo menolak kebijakan terkait penataan hanggar ikan segar, Senin (27/7/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes terkait dengan pemagaran keliling hanggar ikan. (Tribun Manado/Fernando_Lumowa)

 

Mogok Jualan Pegadang Ikan

Ketua Forum Perkumpulan Persaudaraan Pedagang Pasar Tradisional (P4T) Kota Manado, Risno Tadulo mengatakan, pedagang mengeluhkan pemagaran keliling hanggar ikan. 

"Kami menolak pemagaran. Sejak dipagari, pedagang di sisi jalan atau luar pagar diminta masuk ke dalam," kata Risno kepada Tribunmanado.co.id.

Menurutnya, sebagian pedagang berjualan di luar hanggar (sisi jalan) karena lokasi yang ada tidak cukup. 

Alasannya, kapasitas hanggar hanya sekitar 250 pedagang. Sementara jumlah pedagang hampir 400 orang. 

Ia membantah narasi ada pedagang liar. Pasalnya, semua pedagang dikutip retribusi. Pedagang di hanggar Rp 40 ribu per hari. Pedagang di luar Rp 25 ribu dan Rp 30 ribu. 

"Tidak ada itu pedagang liar. Semua bayar retribusi. Seharusnya juga kami menuntut, empat tahun ini mereka bayar retribusi tapi tidak diberi tempat," katanya lagi. 

Terkait itu, pedagang juga menolak kebijakan pembatasan cool box hanya dua buah per orang. "Bagaimana bisa. Kami selama ini jualan modal sendiri. Kalau dibatasi, sebagian bedar ikan akan busuk," jelasnya. 

(TribunManado.co.id/Ara)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.