TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Mendiang I Wayan Gede Sudarta (54), yang meninggal dunia dalam perawatan medis di salah satu rumah sakit di Penang, Malaysia, karena penyakit paru-paru, telah banyak mendedikasikan hidupnya dalam legislatif di Kabupaten Gianyar, Bali. Hal tersebut terdata dalam profil Sekretariat DPRD Gianyar.
Pria asal Banjar Abiansemal, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud itu hingga akhir hayatnya, Minggu 26 Juli 2026 sekitar pukul 20.15 waktu Malaysia, tercatat sebagai anggota DPRD Gianyar tiga periode, dengan 'menunggangi' satu partai, yaitu Golkar.
Dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) periode 2024-2029, saat persaingan perebutan kursi dapil Ubud diserang habis-habisan oleh PDIP.
Hanya Gede Sudarta kader Golkar yang berhasil mengamankan satu dari enam kursi yang diperebutkan.
Baca juga: Berangkat dengan Harapan Sembuh, Anggota DPRD Gianyar I Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Empat kursi diborong PDIP dan satunya lagi Demokrat. Satu kursi tersebut diamankan dengan raihan suara 4.022 lembar.
Di periode ketiganya, Gede Sudarta tercatat sebagai anggota Komisi 2 DPRD Gianyar dan Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Gianyar.
Sekretaris DPRD Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, Senin 27 Juli 2026, saat dikonfirmasi tentang meninggalnya Gede Sudarta dalam perawatan medis di Malaysia, membenarkan.
Dijelaskan bahwa sebelum ke Malaysia, mendiang dirawat di beberapa rumah sakit di Bali. Dan, pada dua pekan lalu beliau berobat ke Malaysia.
"Untuk berobat ini, beliau menggunakan biaya pribadi. Tidak ada menggunakan anggaran pemerintah atau anggaran sekretariat DPRD Gianyar," ujarnya.
Ditanya terkait pemulangan jenazah, Kujus mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan anak mendiang, di mana saat ini pihak keluarga tengah mengurus dokumen pemulangan.
"Sekarang masih dalam mengurus dokumen di Kedubes. Mudah-mudahan, kalau tidak ada halangan, pemulangan jenazah bisa dilakukan dua atau tiga hari ini," ujar Kujus.
Kujus mengatakan, selama ini Gede Sudarta dikenal sebagai sosok disiplin.
"Beliau orangnya rajin dan disiplin, karena belakangan sedang proses berobat, jadi kerap izin karena sakit," ungkapnya. (*)