TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Warga BTN Permata Surani Dua, Jalan Nuri, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), mengalami krisis air bersih setelah aliran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak mengalir selama kurang lebih satu bulan.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, terutama di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
Mendapat laporan dari warga, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Sulbar turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Baca juga: Musim Kemarau, Jalan Pattana Bone Mamuju Malah Terus Tergenang Air
Baca juga: PDAM Sebut Pasokan Air Bersih Terganggu 3 Hari Akibat Pipa Transmisi Kali Mamuju Tergeser Banjir
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Provinsi Sulbar, Andi Junaedi, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat.
"Keluhannya, masyarakat di sini sudah satu bulan airnya tidak mengalir," kata Andi Junaedi kepada Tribun-Sulbar.com.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga turut dipengaruhi oleh musim kemarau yang sedang berlangsung.
Atas laporan tersebut, pihak Damkar Sulbar berinisiatif mendatangi lokasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Dalam penyaluran tersebut, tim Damkar Sulbar menyalurkan sekitar 15.000 liter air bersih kepada warga BTN Permata Surani Dua.
Air tersebut diangkut menggunakan mobil operasional Damkar Sulbar dan disalurkan kepada warga yang terdampak di kawasan BTN tersebut.
"Rata-rata hampir semua masyarakat yang ada di BTN ini terdampak kekurangan air," ungkap Andi.
Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi karena digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari memasak hingga beribadah.
Andi berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat tidak mengalirnya air PDAM selama hampir satu bulan.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Baiq Sukma Widiawati