TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) menerjunkan dua unit armada untuk menyiram area persawahan alami kekeringan di musim kemarau, Senin (27/7/2026).
Penyiraman berlangsung di area persawahan kekeringan milik petani di Desa Rappang Barat, Kecamatan Mapilli.
Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan sawah petani dari ancaman gagal panen karena kekurangan air.
Baca juga: Kunci Gitar 5 Lagu Melayu Malaysia Paling Ikonik yang Melekat di Hati Pendengar, Isabela
Baca juga: Mamuju Tengah Raih Juara 1 Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Sulbar, Dapat Hadiah Rp30 Juta
Sawah para petani ini sudah mulai berisi, sehingga membutuhkan sedikit air untuk membasahi permukaan atas.
Ketika air mencukupi untuk permukaan tanah pada sawa, maka harapan selamat dari ancaman gagal panen masih ada.
Sebanyak 15 orang Petugas Damkar Polman yang sudah delapan kali bolak balik menyiram 250 hektare sawah kekeringan ini.
“Kami terjun langsung atas instruksi pak bupati untuk membantu petani di musim kemarau ini,” kata kepala Damkar Polman, Imran kepada wartawan.
Dia mengaku mendapat perintah langsung dari Bupati Polman, Samsul Mahmud untuk membantu petani dari ancaman gagal panen.
Imran menyebut dua armada diturunkan ini sudah delapan kali bolak balik mengisi air untuk penyiraman.
Petugas membawa selang sepanjang puluhan meter lalu turun ke area persawahan untuk menyiram.
“Adapun yang kami bawa yakni dua unit armada, tehnik penyiraman menggunakan nosel selang bertekanan agar jarak semprot jauh,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang petani, Talib menyampaikan sawah yang mulai berbuah ini sudah dua bulan kekeringan imbas kemarau.
Dia menyebut air yang selama ini digunakan seperti tadah hujan dan irigasi persawahan sudah mengering.
Sementara lahan persawahan warga kurang lebih seluas 250 hektar masih membutuhkan air selama pembuahan.
“Kami sudah lakukan pompanisasi, tapi air yang dihisap itu sudah habis juga kekeringan,” ungkap Talib.
Dia menyampaikan jika area persawahan kekeringan ini masih dapat diselamatkan dari ancaman kekeringan.
Solusinya dengan cara menyiram permukaan tanah pada sawah selama dua pekan mendatang.
“Kalau hari ini disiram, besok lusanya lagi baru kita siram, kalau hal ini dilakukan maka masih bisa terhindar dari gagal panen,” ungkapnya.
Dia menyebut jika area persawahan terdampak kekeringan ini masih dapat diselamatkan dari ancaman gagal panen.
Berkat bantuan dari Armada Damkar Polman yang melakukan penyiraman sejak pagi tadi.
Talib berharap kepada pemerintah darah Kabupaten Polman agar mencari solusi permanen mengatasi masalah kekeringan yang tiap tahunnya terjadi.
Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Disbuntarnak Polman, mencatat sebanyak 1.084,18 hektare areal tanaman padi kekeringan.
Hingga tanaman padi ini terancam gagal panen, padahal sudah memasuki fase berisi.
Sebaran persawahan terdampak kekeringan berada di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Binuang, Mapilli dan Matakali.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli