Sosok AKP Pardiman Kasat Narkoba Polres Tangsel yang Ditangkap Bareskrim, Ini Rekam Jejaknya
Musahadah July 27, 2026 02:06 PM

 

SURYA.CO.ID - Ini lah sosok AKP Pardiman, Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan yang ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri. 

Kabar penangkapan AKP Pardiman diungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

Penangkapan dilakukan Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury. 

Selain AKP Pardiman, tim juga menangkap enam orang anggota AKP Pardiman dan satu orang anggota Polda Aceh yang belum diketahui identitasnya. 

"Terkait kasus peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaan narkoba serta penyalahgunaan wewenang dalam Gakkum Narkoba," jelasnya.

Baca juga: Puluhan Pramusaji Kaget, Kafe Berkedok Karaoke di Gresik Dirazia Jalani Tes Narkoba dan HIV

Meski begitu, ia belum membeberkan lebih rinci soal penangkapan tersebut.

Saat ini, tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kasus tersebut.

"Rilis lengkap akan disampaikan lebih lanjut," jelasnya.

Siapakah AKP Pardiman?

AKP Pardiman, SH., MH., adalah anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang saat ini menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) yang berada di bawah wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Sebelum jadi Kasat Narkoba, AKP Pardiman tercatat pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Ciputat Timur.

Selama menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Tangsel, AKP Pardiman gencar melakukan edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat.

Melalui sejumlah program penyuluhan, ia kerap mengajak masyarakat menjauhi narkotika dan berperan aktif dalam upaya pemberantasannya.

Namun, di tengah upaya tersebut, AKP Pardiman justru terseret dalam kasus dugaan tindak pidana narkoba.

Di Aceh, Oknum Brimob Ditangkap, Anggota POM TNI Gugur

Di Aceh, seorang oknum BRimob ditangkap dalam opearsi gabungan di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen, Sabtu (25/7/2026).

Dalam operasi ini seorang anggota Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat, Pratu Galuh Nugraha meninggal dunia saat membantu polisi menghadang oknum tersebut. 

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Pratu Galuh Nugraha saat bertugas.

"Ia telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi—Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Joko dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2026).

Joko menyampaikan, peristiwa tersebut bermula dari operasi penangkapan terhadap empat terduga bandar narkoba yang berada di dalam sebuah mobil.

Dari operasi itu, satu orang yang diduga oknum anggota Brimob berhasil diamankan, sedangkan tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran petugas.

"Satu orang diduga anggota Brimob telah berhasil kami amankan, sementara tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri," ujarnya.

Dalam proses pengejaran itu, kata Joko, petugas sempat melepaskan tembakan ke arah pelaku.

Dalam situasi tersebut, peluru rekoset mengenai seorang warga yang turut membantu proses penangkapan.

"Peluru rekoset mengenai seorang warga yang turut membantu penangkapan, kemudian diketahui yang bersangkutan merupakan anggota POM TNI," ungkap Joko.

Joko mengatakan, sejak kejadian, Kapolda Aceh telah berkoordinasi intensif dengan Pangdam IM beserta jajarannya, Danpuspomad, serta Danpomdam IM.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyampaikan fakta-fakta awal, memastikan penanganan terhadap korban, mendukung proses penyidikan, serta menjaga komunikasi dan soliditas antara kedua institusi.

"Atas nama keluarga besar Polda Aceh, dan seluruh jajaran, sekali lagi kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha, serta kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia," ucapnya.

Joko mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Apabila masyarakat ada yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut, kami mengharapkan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan perkara," kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.