TRIBUNJATIM.COM - Timnas Indonesia membawa target besar saat memulai perjuangan di ASEAN Championship 2026.
Penjaga gawang Nadeo Argawinata menegaskan skuad Garuda bertekad mengakhiri penantian panjang selama tiga dekade untuk meraih gelar juara Piala AFF.
Indonesia akan membuka kiprahnya di Grup A dengan menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026).
Laga tersebut menjadi langkah awal tim Merah Putih dalam upaya memburu trofi perdana sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996.
Baca juga: Piala AFF 2026 Jadi Ujian Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Vietnam Soroti Kekuatan Garuda
Menjelang pertandingan, Nadeo mengungkapkan suasana di dalam tim semakin solid sejak ditangani pelatih baru, John Herdman.
Menurutnya, pemusatan latihan di Bali tidak hanya dimanfaatkan untuk mematangkan strategi, tetapi juga memperkuat hubungan antarpemain, pelatih, dan seluruh elemen tim.
Pemain Persija Jakarta itu menilai kebersamaan yang terbangun selama persiapan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan target besar Indonesia di turnamen kali ini.
“Ya, pastinya untuk pertanyaan pertama tadi tentang 30 tahun kita mengikuti Piala AFF tapi belum pernah sekalipun juara,” ujar Nadeo Argawinata kepada awak media termasuk BolaSport.com.
“Saya rasa dengan hadirnya Coach John sekarang, dengan apa yang dia bawa, kita fokus selama di Bali untuk membangun koneksi (build the connection),” ucapnya.
“Kita bersama-sama membangun koneksi itu antar pemain, antara pemain ke pelatih, atau siapa pun yang ada di dalam tim sampai hari ini.”
Nadeo menilai proses membangun tim menjadi perhatian utama Herdman sejak awal menangani skuad Garuda.
Menurutnya, pelatih asal Kanada tersebut menekankan pentingnya membangun fondasi yang kuat sebelum mengejar hasil di lapangan.
“Fokus kita di sini untuk membangun itu pertama, langkah demi langkah seperti yang Coach John bilang,” kata Nadeo Argawinata.
“Karena dasar atau fundamental itu sangat penting bagi negara kita sekarang, saya rasa itu betul.”
Meski menekankan pentingnya proses, Nadeo memastikan target yang dibawa Timnas Indonesia tetap jelas, yakni mengangkat trofi juara dan mengakhiri penantian selama 30 tahun.
“Dan untuk hasilnya, ya pasti kita mau juara,” tegas Nadeo.
“Setelah 30 tahun, pasti kita mau juara dan kita percayakan itu, semoga bisa terjadi di edisi kali ini.”
Di sisi lain, Nadeo mengingatkan rekan-rekannya agar tidak meremehkan Kamboja pada laga pembuka. Meski calon lawan baru menelan kekalahan 1-2 dari Singapura, ia menilai pertandingan pertama selalu menghadirkan tantangan tersendiri.
Menurutnya, tim pelatih telah mempelajari kekuatan Kamboja, sehingga para pemain hanya perlu menjalankan instruksi yang telah dipersiapkan.
“Dan untuk Kamboja sendiri, pasti dari pelatih juga sudah menganalisa bagaimana pertandingannya, kekuatan apa saja yang Kamboja punya. Sebagai pemain, kita juga mempersiapkan diri sesuai instruksi pelatih,” ungkap Nadeo.
“Pertandingan pertama tidak gampang, meskipun kita sudah lihat Kamboja kemarin kalah 1-2 di kandang melawan Singapura.”
“Tapi itu tidak menjadikan alasan bahwa kita melihat Kamboja sebagai tim yang sepele, tidak sama sekali,” jelasnya.
Bagi Timnas Indonesia, laga pembuka menjadi momentum penting untuk membuka peluang lolos ke fase berikutnya.
Karena itu, Nadeo menegaskan seluruh pemain akan berusaha mempertahankan identitas permainan tim dan membidik hasil maksimal di hadapan pendukung sendiri.
“Kita tetap fokus pada tim kita sendiri, identitas kita sendiri, cara bermain kita sendiri, dan dengan keyakinan penuh bahwa kita bisa memberikan hasil positif untuk pertandingan-pertandingan di Jakarta kali ini,” tuturnya.