Ekonom UAJY Sebut Pengunduran Perry Warjiyo Berdampak pada Pelemahan IHSG dan Rupiah
Muhammad Fatoni July 27, 2026 02:14 PM

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, pada Senin (27/7/2026) cukup mengejutkan.

Mundurnya Perry Warjiyo dari jabatannya pun memberikan dampak sementara pada pasar modal hingga pelemahan rupiah.

Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pasca pengumuman mundurnya Perry Warjiyo.

Tercatat IHSG dibuka melemah 0,26 persen menjadi dari level 6.196,43 menjadi 6.180,33.

Pihaknya juga mencatat pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp17.960 hingga Rp17.966.

"Dampak jangka pendek adalah kita lihat respon pasar, khususnya IHSG. Juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.960-Rp 17.966 per Senin (27/7/2026). IHSG juga melemah pada saat pembukaan perdagangan, turun 0,26 persen menjadi level 6.180,33 yang sebelumnya level 6.196,43," katanya, Senin (27/7/2026).

Cukup Berhasil

Ia menilai kebijakan BI di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo cukup berhasil dalam mengendalikan inflasi, termasuk inflasi pangan. 

Kendati volatilitas harga pangan masih terjadi, namun keseluruhan inflasi masih dalam target sasaran.

Kebijakan dalam menghadapi pelemahan rupiah pun dinilai sudah optimal.

Menurut dia, pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh tekanan faktor eksternal, seperti konflik di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Faktor nonmoneter juga dipandang memengaruhi pelemahan rupiah.

Baca juga: Dugaan Diskriminasi Fasilitas Belajar Siswa SMA Negeri di Jogja, Ini Respons Disdikpora DIY

Ia menyoroti soal kebijakan pemerintah yang cenderung berbeda dengan keinginan pasar, seperti defisit APBN akibat program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. 

Tak hanya itu, pidato atau komentar pemerintah terkadang tidak sesuai, sehingga direspon negatif oleh pasar.

"Kebijakan BI dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah sudah all out. Berbagai kebijakan, strategi dan langkah telah dilakukan untuk menahan laju pelemahan rupiah, namun rupiah belum dapat beranjak signifikan. Pelemahan rupiah lebih disebabkan tekanan eksternal dan juga faktor non moneter," terangnya.

Reaksi Sesaat

Kendati pengunduran Gubernur BI membuat pasar bergejolak, namun ia meyakini pasar akan bereaksi positif.

Terlebih sosok pengganti Perry Warjiyo adalah Destry Damayanti yang merupakan Deputi Gubernur Senior BI.

Menurut dia, jabatan Gubernur BI mestinya berasal dari internal BI.

Sebab, sosok yang sejak awal berkarier di BI pasti akan lebih memahami mekanisme kerja dan berbagai kebijakan bank sentral.

"Reaksi pasar biasanya sesaat, apalagi Plt Gubernur BI adalah Destry Damayanti yang sebelumnya Deputi Gubernur Senior BI. Saya berharap pasar dapat segera bereaksi positif terhadap pergantian Gubernur BI," ujarnya.

"Saya percaya Gubernur BI lebih baik dari internal BI.Dari internal BI dipastikan akan paham mekanisme kerja internal BI dan paham berbagai kebijakan BI. Internal BI maksud saya yang sejak awal berkarir di BI," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.