Penjelasan Warga OKI Soal Viral Bayi Lahir Kaki Menyatu Bak Putri Duyung, Ungkap Lokasi Kelahiran
Shinta Dwi Anggraini July 27, 2026 02:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA -- Warga Desa Kuala Dua Belas, Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dihebohkan dengan lahirnya seorang bayi dengan kondisi kedua kaki menyatu bagaikan putri duyung.

Kelainan fisik ini membuat jenis kelamin sang bayi tidak dapat dipastikan.

Bayi tersebut dilaporkan meninggal dunia tak lama pascapersalinan yang kini viral di media sosial.

Saat dikonfirmasi, Yanti, salah satu warga Desa Kuala Dua Belas membenarkan ada orangtua bayi tersebut adalah warga satu desa dengannya.

Namun bayi tersebut tidak dilahirkan di sana, melainkan di Kepulauan Bangka Belitung.

"Selama hamil, orang tua dari bayi, yaitu Susi dan Wandri, memang tinggal di sini (Kuala 12, OKI). Tetapi saat ingin melahirkan, mereka memilih pulang ke rumah orang tua istrinya yang ada di Bangka Belitung," ujarnya saat dikonfirmasi TribunSumsel.com melalui sambungan telepon, Senin (27/7/2026).

Baca juga: Kaki Menyatu, Bayi Sindrom Putri Duyung Viral Disebut Lahir di Tulung Selapan OKI, Meninggal Dunia

"Memang mereka kalau melahirkan pasti selalu pulang ke Bangka, dan ini adalah anak ketiganya," sambungnya. 

Dikatakan Yanti, persalinan itu terjadi pada Kamis, (23/7/2026), di rumah orang tua istri. 

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, sang anak ketiga telah dinyatakan meninggal dunia saat masih dalam kandungan.

"Iya, waktu dilahirkan kondisi sudah meninggal dunia dan di hari itulah sang bayi langsung dimakamkan di sana (Bangka)," ungkapnya.

Dikatakan lebih lanjut, Yanti mengaku fenomena seperti ini baru terjadi sejak puluhan tahun silam, sehingga membuat heboh dan menggemparkan masyarakat di Desa Kuala Dua Belas dan sekitarnya.

"Kami masyarakat di sini dapat informasi dari sebaran video terkait dengan anak dari tetangga kami yang kondisinya (seperti putri duyung). Kami kaget dan merasa turut berbelasungkawa, namun sampai sekarang kedua orang tua masih di Bangka dan belum pulang," bebernya.

Mengenal Kasus Sirenomelia

Secara medis, kelainan bawaan lahir yang dialami bayi tersebut dikenal sebagai Sirenomelia atau Mermaid Syndrome (Sindrom Putri Duyung).

Kondisi ini ditandai dengan menyatunya kedua tungkai bawah, serta kerap disertai dengan tidak berkembangnya organ vital bagian dalam maupun organ kelamin luar secara sempurna, sehingga jenis kelamin sang bayi sulit dipastikan.

Sirenomelia tergolong kasus yang amat jarang ditemui di dunia kesehatan.

Diperkirakan angka kejadiannya hanya berkisar antara 1 dari 60.000 hingga 100.000 kelahiran hidup.

Hingga saat ini, para ahli dan pakar medis di dunia masih terus melakukan penelitian mendalam untuk mengetahui pemicu pasti terjadinya kondisi kongenital tersebut.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sirenomelia terjadi akibat adanya gangguan aliran darah pada janin sehingga pembentukan anggota tubuh bagian bawah pun terhambat. 

Kondisi ini biasanya dapat terdeteksi sejak usia kehamilan 13 minggu melalui USG.

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.