Sinergi Pemkab dan Kadin Lamongan Dorong Investasi serta Rumah Vokasi
Titis Jati Permata July 27, 2026 02:32 PM

 

SURYA.co.id, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan memastikan akan memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modal di Kota Soto. 

Strategi ini ditempuh untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi usai menghadiri pelantikan Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, dan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lamongan periode 2026-2031 di Pendopo Lokatantra, Senin (27/7/2026).

Menurut Yuhronur, keberadaan Kadin memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan dunia usaha. Organisasi tersebut dinilai menjadi wadah bersama bagi pelaku usaha dari berbagai skala, mulai UMKM hingga perusahaan besar.

Kadin Jadi Penghubung Pemerintah dan Dunia Usaha

Bupati yang akrab disapa Kaji Yes itu mengatakan Kadin harus mampu menjadi rumah besar bagi seluruh pengusaha di Lamongan.

"Kadin ini sebagai rumah besar untuk kepentingan seluruh pengusaha. Mulai dari UMKM sampai sektor usaha besar juga diurusi di Kadin," ujar Yuhronur kepada SURYA.co.id.

Baca juga: Hari Koperasi di Lamongan, Ada Mahasiswa Internasional dalam Fun Walk dan Bazar UMKM

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci menciptakan iklim investasi yang sehat dan menarik bagi investor.

Ia berharap Kadin Lamongan dapat berperan aktif menjembatani kebutuhan pelaku usaha dengan kebijakan pemerintah daerah.

Dorong Rumah Vokasi dan Rumah Kurasi

Yuhronur juga menyoroti arahan Kadin Jawa Timur terkait pembentukan rumah vokasi dan rumah kurasi di Lamongan.

Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing produk lokal agar lebih siap bersaing di pasar.

"Kalau rumah vokasi dan rumah kurasi ini bisa diwujudkan, tentu akan banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Lamongan," katanya.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu faktor penting agar investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Investor Dijanjikan Kemudahan

Pemkab Lamongan memastikan siap memberikan dukungan kepada investor, mulai dari proses perizinan hingga berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

"Kita terbuka sekali. Kita berusaha bagaimana seluruh investor yang akan berinvestasi di Lamongan bisa terfasilitasi dengan baik, baik persoalan perizinan maupun persoalan lainnya," tegas Yuhronur.

Ia optimistis investasi yang masuk tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan efek berantai bagi masyarakat, termasuk meningkatkan aktivitas usaha kecil dan menengah.

Kadin Lamongan Bidik Penguatan Dunia Usaha

Sementara itu, Ketua Kadin Kabupaten Lamongan periode 2026-2031, Aang Junaedy, menilai Lamongan masih memiliki daya tarik kuat bagi investor meski kondisi ekonomi global menghadapi berbagai tantangan.

Menurutnya, posisi geografis Lamongan yang strategis serta kondisi tenaga kerja menjadi sejumlah faktor pendukung masuknya investasi.

"Lamongan memiliki letak geografis yang bagus. Selain itu, masyarakat Lamongan juga terbuka dan menerima kehadiran investor. Ketika investasi masuk, tentu akan menciptakan multiplier effect yang besar," ujar Aang.

Dampak tersebut, lanjutnya, dapat terlihat dari meningkatnya penyerapan tenaga kerja hingga bertambahnya aktivitas UMKM karena kebutuhan barang dan jasa ikut berkembang.

Fokus Tekan Biaya Produksi Pelaku Usaha

Aang mengatakan kepengurusan Kadin Lamongan yang baru akan fokus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha melalui sinkronisasi dan harmonisasi program.

Pihaknya akan turun langsung menyerap berbagai persoalan yang dihadapi pengusaha, mulai dari kebutuhan bahan baku, peningkatan keterampilan pekerja, hingga penggunaan teknologi produksi yang lebih efisien.

"Kami ingin mengetahui kesulitan yang dihadapi pelaku usaha, kemudian mencari solusi bersama, mulai dari penyediaan bahan baku yang lebih terjangkau, peningkatan keterampilan tenaga kerja, hingga penggunaan peralatan produksi yang lebih efektif dan efisien," jelasnya.

Menurut Aang, efisiensi biaya produksi menjadi salah satu kunci agar pelaku usaha Lamongan mampu menjaga harga jual tetap kompetitif sekaligus meningkatkan keuntungan.

"Kalau biaya produksi bisa ditekan sementara harga jual tetap kompetitif, maka keuntungan pelaku usaha akan meningkat. Itu yang ingin kami dorong agar dunia usaha di Lamongan semakin kuat dan berkembang," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.