Jemput Bola ke Posyandu dan TK, TBM SKB Balangan Genjot Minat Baca Sejak Dini
Ratino Taufik July 27, 2026 03:08 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Tepat di kawasan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), ada satu ruangan yang dibuat khusus sebagai Taman Baca Masyarakat (TBM). 

Di ruangan ini, biasanya warga sekitar dan anak-anak yang berkegiatan di SKB datang untuk membaca buku. Rata-rata adalah para orangtua yang menunggu anak mereka atau anak-anak di kawasan SKB yang beristirahat dan tertarik dengan buku bergambar.

Beragam koleksi buku bacaan, baik dari kategori buku anak-anak hingga novel dan buku pendidikan tersedia di TBM ini. Jumlahnya mencapai ribuan yang dikelola oleh petugas TBM di bawah naungan SKB Balangan.

Kepala TBM SKB Balangan, Nourhikmah menceritakan, keberadaan TBM di Balangan mulanya bertempat di Lasung Batu, kemudian bergeser ke SKB, sehingga menyatu di satu kawasan pendidikan.

Setahun belakangan, TBM tidak hanya memfasilitasi pembaca di ruangan, melainkan ada program jemput bola yang langsung diinisiasi oleh Nourhikmah. Tujuannya untuk meningkatkan literasi di Balangan, khususnya pada generasi muda sejak dini.

Baca juga: Lebih dari 5.000 Ayam di HST Mati, Diduga Akibat Pemadaman Listrik, Peternak Rugi Rp250 Juta

Tak jarang, Nourhikmah membawa sejumlah buku ke lokasi yang menjadi sasaran, misalnya di tempat penitipan anak, di Posyandu atau tempat bermain anak-anak dengan harapan adanya daya tarik terhadap buku bacaan.

"Sekarang ini untuk program jemput bola, kami membawa buku ke penitipan, ke taman bermain, dan di TK sekitaran sini untuk orang tua murid," jelas Nourhikmah saat ditemui di ruang TBM, SKB Balangan, Paringin Timur, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Senin (27/6/2026).

Namun ada juga warga luar, baik itu siswa SMP atau SMA yang datang ke TBM untuk membaca dan meminjam buku disana.

Hingga saat ini kata Nourhikmah, minat pembaca menurutnya masih cukup bagus, mengingat setiap hari TBM selalu ada pengunjung. 

Hanya saja, TBM masih membutuhkan fasilitas pendukung, terutama pendingin ruangan untuk kenyamanan pembaca. Terlebih saat ini hanya ada satu kipas angin yang tersedia, dan ruangan masih terasa panas.

Di sisi lain, kegiatan TBM ujar Nourhikmah juga belum mendapat dana lebih untuk menjalankan program literasi. Sehingga untuk pengembangan pun menjadi terkendala.

Secara bertahap Nourhikmah pun berharap kehadiran TBM bisa dikenal dan dirasakan oleh masyarakat, terutama para penikmat buku atau pembaca. Selain itu harapnya pula, TBM tidak hanya menjadi tempat baca, melainkan juga tempat untuk berkarya melalui tulisan. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.