SURYA.co.id – Kabar duka datang dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Harold Yohanes Pantouw, ditemukan meninggal dunia di kamar huniannya di Rumah Susun (Rusun) ASN 3, Tower 6, kamar 102, pada Sabtu (25/7/2026).
Peristiwa tersebut mengejutkan banyak pihak mengingat Troy merupakan salah satu wajah komunikasi publik pembangunan IKN yang selama ini aktif menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat dan media.
Hingga kini, penyebab meninggalnya Troy Pantouw masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Polisi menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung sambil menunggu hasil visum dari rumah sakit.
Kapolresta IKN Kombes Pol Supriyanto mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan jenazah sekitar pukul 14.15 Wita.
"Salah seorang staf korban melaporkan kejadian sekira pukul 2 siang kepada kepolisian. Petugas bersama tim identifikasi segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Supriyanto, diktuip SURYA.co.id dari Kompas.com.
Setelah proses olah TKP selesai dilakukan, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Hermina IKN untuk menjalani pemeriksaan medis atau visum.
Menurut Supriyanto, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar penyidik dalam memastikan penyebab kematian.
"Kami juga meminta Inafis Polres Penajam Paser Utara turut membantu proses identifikasi. Apabila hasil visum tidak menemukan adanya unsur kekerasan, jenazah akan kami serahkan kepada pihak keluarga," katanya.
Berdasarkan keterangan sementara dari sejumlah saksi, termasuk staf pribadi korban, Troy diketahui sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya sehari sebelum ditemukan meninggal dunia.
Namun, kepolisian belum menyimpulkan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan penyebab kematiannya.
Troy Harold Yohanes Pantouw lahir pada 8 Mei 1968.
Ia mengenyam pendidikan menengah di SMA Santa Maria Surabaya, sebelum melanjutkan kuliah di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pada periode 1987–1993.
Ketertarikannya terhadap dunia komunikasi membawanya memperoleh beasiswa Chevening untuk menempuh program Master of Media and Communication di Birmingham City University, Inggris, pada 2000–2001.
Untuk memperkuat kompetensi profesional, Troy juga mengikuti pendidikan eksekutif di Henley Business School pada 2014.
Karier Troy dimulai dari dunia jurnalistik. Pada 1988–1992, ia bekerja sebagai penyiar sekaligus reporter di Radio Suara Surabaya.
Bekal sebagai jurnalis menjadi fondasi kuat ketika Troy beralih ke dunia komunikasi korporasi dan hubungan masyarakat.
Ia kemudian menempati sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional, antara lain:
Pada Maret 2023, Troy resmi bergabung dengan Otorita IKN sebagai Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN.
Dalam jabatan tersebut, ia menjadi salah satu pejabat yang paling sering menyampaikan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara kepada publik, media, dan para pemangku kepentingan.
Nama Troy Pantouw dikenal luas di kalangan praktisi komunikasi dan hubungan masyarakat di Indonesia.
Pada 2019, ia memperoleh gelar Fellow Accredited Public Relations Practitioner (FAPR) dari ASEAN Public Relations Network (APRN).
Sebelumnya, ia juga menerima sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya:
Selain itu, Troy mengantongi sertifikasi Indonesia Accredited Public Relations (IAPR) pada 2013 dan sertifikasi Asian PR Network pada 2014.
Di organisasi profesi, ia pernah menjabat Wakil Ketua Perhumas periode 2011–2014, kemudian dipercaya menjadi Dewan Pakar Perhumas dan anggota Komite Mata Nasional (Komatnas).
Berdasarkan profil profesionalnya, Troy memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang corporate affairs, stakeholder engagement, komunikasi strategis, manajemen krisis, branding, komunikasi digital, CSR, hingga hubungan pemerintah.
Sejak bergabung dengan Otorita IKN, Troy Pantouw menjadi salah satu figur yang berperan penting dalam membangun komunikasi publik mengenai pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Ia kerap menjadi narasumber resmi dalam berbagai konferensi pers dan forum publik untuk menjelaskan perkembangan proyek strategis nasional tersebut.
Kepergiannya menjadi kehilangan bagi dunia komunikasi publik, terutama karena pengalamannya yang panjang di bidang media, hubungan masyarakat, dan komunikasi pemerintahan.
Sementara itu, proses penyelidikan terkait penyebab meninggalnya Troy Pantouw masih terus dilakukan oleh kepolisian.
Hingga hasil visum resmi diterbitkan, aparat belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian.
Perjalanan karier Troy Pantouw menunjukkan transformasi yang cukup lengkap, mulai dari jurnalis lapangan, praktisi komunikasi korporasi, hingga menjadi juru bicara lembaga negara.
Latar belakang tersebut membuatnya memiliki pemahaman yang kuat mengenai cara menyampaikan informasi kepada publik sekaligus membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Di tengah pembangunan IKN yang menjadi salah satu proyek strategis nasional, sosok dengan pengalaman komunikasi seperti Troy memiliki peran penting dalam menjaga keterbukaan informasi.
Karena itu, kabar wafatnya tidak hanya menjadi perhatian akibat peristiwanya, tetapi juga karena rekam jejak profesional yang telah dibangun selama lebih dari 20 tahun.
Adapun penyebab meninggalnya masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian sehingga seluruh pihak perlu menunggu informasi yang telah terverifikasi.