Rekam Jejak Perry Warjiyo, Mengabdi 40 Tahun di Bank Indonesia, Kini Mundur dari Jabatan Gubernur BI
Shinta Dwi Anggraini July 27, 2026 03:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). 

Keputusan ini disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi menerima surat pengunduran dirinya pada Minggu (26/7/2026), kemarin.

Untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditunjuk menjalankan tugas sebagai pejabat sementara hingga gubernur definitif ditetapkan.

Perry Warjiyo sendiri merupakan figur yang tidak asing dalam kebijakan ekonomi nasional. 

Ia mencatatkan sejarah sebagai Gubernur BI yang mulai menjabat pada era Presiden Joko Widodo pada 2018, lalu kembali dipercaya melanjutkan kepemimpinannya untuk periode kedua (2023–2028).

Berikut rekam jejak Perry Warjiyo yang telah mengabdikan hidupnya di Bank Indonesia selama empat dekade.

Baca juga: Profil Perry Warjiyo, Gubernur BI Resmi Mengundurkan Diri dari Jabatan, Pernah Didesak Mundur

Rekam Jejak Perry Warjiyo

Melansir dalam TribunSyle, Senin (27/7/2026) Perry Warjiyo Lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 25 Februari 1959.

Dimana fondasi akademis Perry dibangun di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga meraih gelar sarjana pada 1982. 

Rasa hausnya akan ilmu ekonomi membawanya terbang ke Iowa State University, Amerika Serikat. 

Di sanalah ia berhasil menyabet gelar Master of Science (MSc) pada 1989 dan mengunci gelar PhD di bidang ekonomi moneter dan internasional pada 1991.

Bekal intelektual inilah yang kelak menemani langkahnya melintasi karier selama lebih dari empat dekade di Bank Indonesia.

Empat Dekade Meniti Karier di Bank Sentral

Perjalanan panjang Perry di BI dimulai dari tingkatan paling dasar pada 1984, ketika ia dipercaya menjadi staf penanganan, pemeriksaan, dan pengawasan kredit. 

Seiring waktu, kapabilitasnya terus membawanya naik tingkatan:

  • 1992–1995: Staf Gubernur BI
  • 1998: Kepala Biro Gubernur
  • 2001: Project Leader Unit Khusus Program Transformasi BI
  • 2003: Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan
  • 2005–2007: Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial

Pengalaman Perry tak hanya berkutat di dalam negeri. 

Pada 2007 hingga 2009, ia didapuk menjadi Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

Sepulangnya ke tanah air pada 2009, ia menjabat sebagai Asisten Gubernur bidang kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional, sekaligus memimpin Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. 

Tangga kariernya kian kokoh saat ia dilantik menjadi Deputi Gubernur BI periode 2013–2018.

Menjabat Gubernur BI Dua Periode dan Konsep Bauran Kebijakan

Pada 2018, Perry resmi ditunjuk menjadi Gubernur Bank Indonesia setelah disetujui DPR dan dilantik oleh Presiden Joko Widodo.

Selama memimpin, ia mengenalkan konsep bauran kebijakan (policy mix) yaitu menggabungkan kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, dan pendalaman pasar keuangan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah kembali memperpanjang kepemimpinannya untuk periode kedua (2023–2028) lewat Keputusan Presiden Nomor 38/P Tahun 2023. 

Di bawah arahannya, BI juga sempat meraih penghargaan The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA).

Selain bertugas di BI, Perry aktif menulis buku ekonomi. 

Beberapa karyanya yang terbit antara lain Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), dan Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).

Pernyataan Resmi Pemerintah Soal Pengunduran Diri

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa pemerintah telah menerima surat pengunduran diri dari Perry Warjiyo, sekaligus menyampaikan apresiasi atas jasanya selama memimpin BI.

"Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Senin (27/7/2026), dalam TribunStyle.

Pemerintah selanjutnya akan memproses Keputusan Presiden terkait pemberhentian secara hormat sesuai aturan yang berlaku. 

Untuk sementara, kepemimpinan BI diserahkan kepada Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti.

Alasan Mundur

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan soal alasan yang mendasari Perry Warjiyo mundur dari Gubernur Bank Indonesia (BI).

"Ada alasan pribadi dan tentu kita menghormati ya," ujar Prasetyo dalam keterangan video yang dibagikan Sekretariat Presiden, Senin (27/7/2026), dalam Kompas.com

Saat ditanya apakah Perry mundur karena sakit, Prasetyo tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut.

"Kalau detailnya ya kami tidak masuk ke sana," ucapnya. 

Dia menyatakan alasan pribadi yang melatarbelakangi mundurnya Perry bukanlah alasan kesehatan.

"Tidak ada, tidak ada (soal sakit). Dalam suratnya hanya menyatakan mengajukan permohonan pengunduran diri oleh karena alasan pribadi," sambung Prasetyo.

Sementara itu, terkait spekulasi apakah Perry Warjiyo mundur karena tekanan pemerintah, Prasetyo enggan menjawab.

Dia menuding wartawan yang justru menciptakan spekulasi tersebut.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.