Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku telah mengevakuasi dugaan bom pesawat peninggalan Perang Dunia II di Jalan Dr. Setiabudi, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, tepatnya di depan Gedung Percetakan Negara, Senin, (27/7/2026)
Proses evakuasi melibatkan puluhan aparat kepolisian dan berlangsung kurang lebih 3 jam, dimulai sekira pukul 08.56 WIT sampai selesai pada pukul 11.00 WIT.
Pantauan TribunAmbon.com, aparat mengawal didepan garis polisi untuk mencegah adanya aktivitas masyarakat di lokasi evakuasi tersebut.
Sementara itu, personel Jibom mengamankan area, memasang perimeter pengamanan, serta mensterilkan lokasi sebelum melakukan pemeriksaan teknis terhadap benda mencurigakan itu.
Setelah evakuasi pengangkatan ditemukannya kondisinya telah terpotong dan hanya menyisakan bagian ekor serta sebagian badan bom.
Kapolres Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho, mengatakan temuan tersebut bukanlah jenis bom pesawat utuh, tetapi hanya cangkangnya.
Ia menjelaskan casing tersebut diisi dengan semen untuk dijadikan penahan tiang bendera.
Kapolres menegaskan, benda mencurigakan itu tidak memiliki bubuk mesium dan tidak bisa meledak.
"Saat dilakukan pengecekan ternyata yang diduga bom itu adalah casing bom dari PD II yang sudah diisi dengan semen untuk dijadikan tiang bendera," ujarnya kepada awak media, di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Senin (27/7/2026).
Baca juga: Masyarakat Seti di Malteng Gelar Sasi Adat Tolak Pal Hutan Produksi Terbatas
Baca juga: Damkar SBT Bantu Warga Hadapi Krisis Air, 80 Ribu Liter Air Bersih Telah Didistribusikan
Saat ini casing bom sudah diamankan di Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk disimpan.
Benda berbahan besi tersebut ditemukan secara tidak sengaja saat warga melakukan penggalian untuk meratakan lahan yang rencananya akan dijadikan area parkir.
Salah seorang warga, Stevy Simatauw yang menemukan benda itu mengaku awalnya diminta saudaranya membantu menyiapkan lahan di depan gedung tersebut.
"Sekitar pukul 16.30 WIT saya dimintai tolong oleh saudara saya untuk membuat lahan parkir di depan gedung. Karena dari kemarin kami sudah menebang pohon, hari ini rencananya meratakan tanah, termasuk menggali dudukan tiang bendera," ujarnya.
Namun, saat proses penggalian menggunakan alat linggis, ternyata benda tersebut masih memanjang ke dalam tanah.
Menyadari benda tersebut berpotensi berbahaya, warga langsung menghentikan aktivitas penggalian.
Penemu kemudian berkoordinasi dengan Wartawan Tribun Ambon, Jenderal Louis, yang selanjutnya menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan temuan tersebut.
Sekitar pukul 20.00 WIT, personel kepolisian tiba di lokasi kejadian.
Aparat langsung memasang garis polisi (police line) untuk mengamankan area dan mencegah warga mendekati titik penemuan benda misterius tersebut.(*)