TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ban adalah penghubung antara motor dengan permukaan jalan dan ban memegang peranan krusial.
Lebih dari sekadar alas karet bundar, ban memiliki peran tunggal merespon terhadap permukaan jalan atas pengendalian kemudi, kemampuan pengereman, hingga menahan seluruh bobot kendaraan dan pengendaranya.
Ban yang prima akan memberikan rasa aman dan nyaman saat berkendara.
Sebaliknya, ban yang aus atau rusak tidak hanya mengurangi performa motor, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Baca juga: Honda Care Andalan Saat Motor Bermasalah di Jalan, Astra Motor Jateng Ajak Manfaatkan Layanan Resmi
Mukammad Aldy Irvansyah, Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng menegaskan bahwa merawat ban sama pentingnya dengan merawat komponen motor lainnya karena ban memiliki peranan utama dalam pengoperasian motor.
Sayangnya, tak sedikit pengendara yang tanpa sadar memiliki gaya berkendara atau kebiasaan yang justru mempercepat keausan ban.
Jika sering mendapati ban motor cepat gundul, bisa jadi beberapa hal di bawah ini menjadi penyebabnya:
Gaya berkendara yang menggerus ban:
- Akselerasi dan pengereman mendadak – Tarikan gas dan pengereman yang dilakukan secara tiba-tiba meningkatkan gesekan serta tekanan pada ban. Kondisi ini membuat suhu ban cepat naik, mempercepat keausan karet, dan mengurangi usia pakai ban.
- Manuver agresif – Kebiasaan menikung dengan kecepatan tinggi dan sudut kemiringan ekstrem, terutama di jalan yang kasar, akan mempercepat keausan sisi samping ban. Gesekan yang terjadi saat bermanuver seperti ini jauh lebih besar dibandingkan saat berkendara lurus.
Kebiasaan buruk pengendara yang memperpendek usia ban:
- Tekanan angin ban yang tidak ideal – Hal ini akan membuat area kontak ban dengan aspal menjadi lebih lebar, sehingga gesekan yang terjadi juga lebih besar. Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi akan membuat bagian tengah ban lebih cepat aus dan mengurangi daya cengkeram.
- Sering membawa beban berlebih – Membawa muatan melebihi kapasitas membuat ban bekerja lebih keras, cepat panas, mempercepat keausan, dan berpotensi merusak struktur ban.
- Permukaan jalan rusak dan tajam – Sering melintasi jalan berlubang, berbatu, atau berkerikil tajam dapat mempercepat keausan, merusak konstruksi ban, dan meningkatkan risiko kebocoran.
• Astra Motor Jateng Ajarkan Anak PAUD Mengenal Suara Jalan Sejak Dini
Agar ban kendaraanmu lebih awet, maka lakukan beberapa hal ini.
- Berkendara dengan halus dan antisipatif. Hindari akselerasi maupun pengereman mendadak. Jaga putaran gas tetap stabil dan lakukan pengereman secara bertahap.
- Lakukan manuver dengan aman. Saat menikung, sesuaikan kecepatan dan sudut kemiringan motor. Hindari manuver ekstrem atau "rebah" berlebihan di jalan umum.
- Rutin periksa tekanan angin ban. Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan. Lakukan pemeriksaan setidaknya seminggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh.
- Hindari membawa beban berlebih. Gunakan motor sesuai kapasitas angkutnya agar ban tidak menerima tekanan berlebih yang dapat mempercepat keausan.
- Pilih jalur yang lebih aman. Sebisa mungkin hindari jalan berlubang, rusak, atau dipenuhi benda tajam. Jika harus melintas, kurangi kecepatan dan berkendaralah dengan hati - hati.
“Dengan gaya berkendara yang lebih bijak dan perhatian terhadap kondisi ban, tidak hanya memperpanjang usia pakainya, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara."
"Ingat, ban yang terawat adalah investasi keselamatan di jalan,” tutup Aldy. (*)
Baca juga: Astra Motor Jateng Gelar Helmet Campaign & Edukasi Special Hari Anak Nasional 2026