Kronologi Warga Sinjai Tewas Dikeroyok di Morowali Menurut Himas
Waode Nurmin July 27, 2026 04:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Setiawan (33) tewas dikeroyok di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pria asal Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah itu dikeroyok massa usai diduga mencuri motor di lokasi.

Peristiwa itu terjadi di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 23.05 Wita. 

Pihak kepolisian setempat membenarkan Setiawan meninggal dunia.

"Terduga meninggal sudah," ujar AKBP Reza Khomeini dikutip dari TribunPalu.com. 

Korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan setelah dituding sebagai pelaku pencurian sepeda motor.

Peristiwa tersebut sempat terekam video yang beredar di media sosial.

Dalam rekaman itu terlihat seorang pria mengenakan kaus berwarna hijau tua dikerumuni dan dianiaya oleh sejumlah orang.

Beberapa orang berada di lokasi juga terdengar meneriakkan tuduhan bahwa korban merupakan pelaku pencurian sepeda motor.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk penyebab pasti meninggalnya korban.

Selain itu, penyidik juga masih mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Sementara itu Ketua Umum Himpunan Masyarakat Sinjai (Himas) DPC Morowali, Abdul Rahman Masruhim, menjelaskan kronologi pengeroyokan tersebut.

Menurut Abdul Rahman, peristiwa bermula ketika korban datang ke sebuah Indomaret untuk membeli kanebo.

Setelah berbelanja, korban sempat duduk di depan Indomaret.

“Pada saat itu ada seorang ibu yang hendak berbelanja dan meninggalkan sepeda motornya dalam kondisi kunci masih tergantung,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com melalui WhatsApp, Senin (27/72026).

“Korban kemudian menaiki motor tersebut, mendorong dan memutarnya serta mencoba menyalakan mesin, tetapi motor itu tidak bisa menyala,” lanjutnya. 

Korban kemudian mendorong sepeda motor tersebut.

Tak lama berselang, pemilik kendaraan keluar dari dalam Indomaret dan berteriak histeris sehingga mengundang perhatian warga.

“Awalnya hanya sekitar empat orang yang datang, tetapi karena lokasi Indomaret berada di pertigaan jalan, semakin banyak orang yang berkumpul,” katanya.

Melihat situasi tersebut, korban berlari masuk ke dalam Indomaret untuk menyelamatkan diri dan berlindung di area kasir.

“Di dalam Indomaret korban sudah dipiting lehernya sambil dipukul. Setelah itu korban dibawa keluar dan kembali dipukuli. Massa sudah sangat banyak hingga memenuhi area depan Indomaret dan badan jalan,” ujarnya.

Usai kejadian, korban sempat diamankan dan dibawa ke Klinik IMIP. Namun karena kondisinya tidak dapat ditangani, korban kemudian dirujuk ke RSUD.

“Korban akhirnya meninggal dunia pada malam itu,” katanya.

Abdul Rahman minta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Kami berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan ini. Pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku karena tindakan tersebut telah menghilangkan nyawa seseorang dan tidak mencerminkan rasa kemanusiaan,” ujarnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.