TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kekhawatiran dampak kemarau mulai dirasakan warga di Kampung Bojonghilir, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
Karena selama sebulan terakhir, kekeringan sumur sudah mulai dirasakan sebagian warga kampung tersebut.
Warga yang terdampak sumur kering ini terus bertambah seiring musim kemarau yang tak kunjung berakhir.
"Baru sebulanan lah kita kekeringan gini," kata Sanin (55), salah satu warga sekitar, Senin (27/7/2026).
Saluran irigasi sekitar perkebunan pun sudah mulai ikut surut dan tak bisa mengairi area pertanian seperti biasanya.
Area pertanian di kawasan kampung yang berjarak sekitar 22 km dari Cibinong Bogor ini terpantau cukup banyak jenisnya, mulai dari kebun jagung, terong, singkong dan lain-lain.
Namun terpantau sementara ini aliran sungai di sekitaran kampung ini masih memiliki pasokan air meski dirasakan warga volumenya sudah mulai berkurang.
Aliran sungai ini masih bisa dimanfaatkan petani untuk menyiram pertanian menggunakan mesin pompa.
Sanin juga mengaku bahwa sejauh ini dia belum mendengar ada petani yang gagal panen.
"Petani juga ngambil air dari kali pakai pompa," kata Sanin.
Di saat yang sama, sungai yang berjarak sekitar 1 km dari pemukiman ini juga digunakan warga untuk mandi dan mencuci imbas sumur kering.
Baca juga: Warga Kemang Bogor Sampai Stok Air Bersih Imbas Kekeringan, untuk Mandi Terpaksa Pergi ke Sungai
Sementara aliran sungai terpantau volume airnya juga tidak terlalu besar.
Sehingga banyak warga di kampung ini memilih untuk hemat air.
"Warga yang punya mobil bagus aja gak dicuci, apalagi motor," kata Sanin.
Bahkan Sanin juga menyetok air bersih menggunakan drum untuk jaga-jaga apabila pasokan air galon yang digunakan warga minum dan memasak di musim kemarau ini berkurang.
Sebab dia juga khawatir kemarau ini akan berlangsung lebih lama.
Termasuk pula kekhawatiran soal pertanian apabila air sungai semakin surut karena kemarau.
"Kebun jagung yang itu udah dipanen, itu ditanem sebelum kemarau. Kalau jagung kan tiga bulanan (masa tanam), sebulan dia normal berbuah," katanya.
"Ada (kebun) di sebelahnya itu yang masih kecil, itu pasti gak bakalan hidup, baru umuran sebulan kayaknya itu, udah pasti gagal itu. Udah bukan gagal panen itu, gagal tumbuh," ungkapnya.