Biosolar B50 Serentak Dijual di Parepare, Antrean Truk Logistik Tetap Mengular
Ari Maryadi July 27, 2026 06:08 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE -- Semua stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menjual Biosolar B50.

Biosolar B50 merupakan bahan bakar mesin diesel campuran 50 persen biodiesel berbahan dasar minyak sawit (FAME) dan 50 persen solar fosil.

Kebijakan Biosolar B50 ini sebagai bagian dari implementasi program pemerintah dalam mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Meski begitu, dijualnya biosolar B50 ini tak mengurangi antrean kendaraan di SPBU. 

Dari pantauan Tribun-Timur.com, Senin (27/7/2026) siang, antrean truk masih menjadi pemandangan rutin terlihat di sejumlah SPBU di Parepare.

Antrean truk terjadi di SPBU Pertamina 74.911.60 Ujung Bulu dan di SPBU 74.911.52 Poros Parepare-Sidrap, kilometer 2 (KM) Jalan Jendral Ahmad Yani, tepatnya di samping Rumah Jabatan (rujab) Wali Kota Parepare.

Deretan kendaraan berat tersebut menempati sebagian bahu jalan, membuat arus lalu lintas antar kerap tersendat.

Salah seorang sopir mobil ekspedisi, Salam mengungkapkan, performa mesin truknya sedikit berbeda dibanding biosolar B35 atau B40 yang sering digunakannya.

"Lain-lain, apa di' tarikannya begitu. Mungkin harus adaptasi mesin karena kan selama ini pake B35 atau B40 toh," ungkapnya saat ditemui Tribun-Timur.com di SPBU Soreang Parepare setelah melakukan pengisian biosolar B50.

Salam mengatakan, mau tidak mau dirinya harus menggunakan biosolar jenis baru tersebut karena hanya itu tersedia dengan harga subsidi.

"Mau tidak mau ini dipake, ini yang harganya murah," katanya.

Terpisah Ketua DPC Hiswana Migas Parepare, Ibrahim Mukti mengutarakan, saat ini semua SPBU di Parepare sudah mulai menjula biosolar B50.

Menurutnya, biosolar B50 cukup laris dikarenakan masyarakat pengguna kendaraan bermesin diesel kini tak memiliki banyak opsi.

"Laris, cepat habis karena tidak ada pilihan lagi, itu ji subsidi. B40 diganti B50 sekarang ini," ujarnya saat dihubungi.

Ibrahim menambahkan, lambat laun hampir seluruh fasilitas pengisian bahan bakar akan menyalurkan biosolar baru tersebut.

"Tetap harus habis, jadi semua SPBU sekarang jual B50 mi. Hampir di seluruh Indonesia barangkali," jelasnya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mengoptimalkan penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar B50 di seluruh wilayah Sulsel guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Seiring meningkatnya konsumsi Biosolar dalam beberapa waktu terakhir, Pertamina juga memperkuat pengaturan operasional di SPBU agar pelayanan tetap berjalan lancar dan antrean dapat berangsur terurai.

Sales Branch Manager I Fuel Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo menjelaskan, bahwa secara umum kondisi stok Biosolar B50 di Fuel Terminal maupun SPBU di Sulawesi Selatan berada dalam kondisi aman dan penyaluran terus dilakukan sesuai alokasi yang ditetapkan regulator.

"Biosolar B50 telah tersedia di seluruh SPBU di Sulawesi Selatan dan penyalurannya terus kami optimalkan sesuai kebutuhan masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan permintaan Biosolar sehingga berdampak pada meningkatnya aktivitas pengisian di sejumlah SPBU pada jam-jam tertentu. Untuk itu, Pertamina terus melakukan penguatan distribusi agar pasokan tetap terjaga," ujar Yoga.

Yoga menambahkan, bahwa Pertamina telah melakukan berbagai langkah percepatan distribusi, antara lain memulai penyaluran lebih awal dari Fuel Terminal, memprioritaskan pengiriman ke SPBU dengan tingkat konsumsi tinggi, serta terus melakukan pemantauan stok secara intensif agar ketahanan stok di SPBU semakin meningkat.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa selain memastikan ketersediaan pasokan, Pertamina juga memperkuat pelayanan di SPBU untuk membantu mengurai antrean.

"Kami telah menurunkan marshall di SPBU untuk membantu pengaturan kendaraan sehingga proses pengisian dapat berlangsung lebih tertib dan lancar. Sejumlah SPBU juga mulai beroperasi lebih awal agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan lebih cepat dan diharapkan mampu mengurangi kepadatan antrean, khususnya pada jam-jam sibuk," jelas Lilik.

Lilik menambahkan bahwa Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian, pemerintah daerah, Hiswana Migas, serta pengelola SPBU untuk menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU sekaligus memastikan distribusi BBM ke masyarakat tetap berjalan optimal.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak melakukan panic buying, serta membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya.

Pertamina akan terus melakukan monitoring terhadap kondisi penyaluran di lapangan dan memastikan pasokan energi bagi masyarakat Sulawesi Selatan tetap terjaga.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.