Seekor harimau putih milik Semarng Zoo mati. Wali Kota (Walkot) Semarang Agustina Wilujeng menduga penyebab kematian harimau putih itu adalah kekurangan anggaran di Semarang Zoo.
Dia mengatakan kekurangan anggaran menyebabkan perawatan hewan berkurang.
"Sepertinya kekurangan anggaran yang ada di Semarang Zoo ini menjadi penyebab utama mengapa proses perawatannya itu dilakukan efisiensi," kata Agustina dilansir detikJateng, Senin (27/7/2026).
Dia mengaku telah dihubungi Gubernur Jawa Tengah agar kebun binatang bisa bekerja sama dengan pihak ketiga yang ahli di bidangnya. Dia berharap kerja sama bisa membuat perawatan satwa jadi lebih baik.
"Kemungkinan itu opsi yang akan kita ambil, supaya diambil alih pihak ketiga," kata dia.
Agustina mengatakan Semarang Zoo yang saat ini ditangani oleh BUMD mengakibatkan jika pendapatan tak bisa memenuhi biaya operasional, maka harus dilakukan efisiensi. Sedangkan pemberian modal tambahan dari Pemkot kepada BUMD tidak dapat digunakan untuk biaya operasional.
"Karena dia akan ternilai sebagai sebuah badan usaha yang gagal. Jadi biaya operasionalnya harus dipenuhi dari pendapatannya. Modal digunakan untuk memperluas bisnis. Pusing juga kalau saya jadi direkturnya Semarang Zoo. Mungkin ya membutuhkan waktu untuk bisa menjadi sebuah sebuah kebun binatang yang bagus. Dilemanya, binatang tidak bisa menunggu proses perawatannya sampai memiliki uang yang banyak," ujarnya.
Pemkot Semarang juga tengah mencari tahu apakah terdapat kesalahan dalam program pertukaran satwa dengan kebun binatang di Medan. Dia mengatakan pertukaran itu dilakukan sudah lama.
"Ini sedang diteliti lebih lanjut karena berkaitan dengan hal yang hidup dan sudah agak lama berlalunya itu," ujarnya.





