Fakfak Diharapkan Jadi Sentra Pangan Indonesia Timur lewat Industri Pupuk
Hans Arnold Kapisa July 27, 2026 05:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Kabupaten Fakfak Papua Barat diharapkan dapat berkembang menjadi sentra pangaN kawasan Indonesia Timur melalui Kawasan Industri Pupuk (KIP).

Harapan tersebut mengemuka dalam Seminar Ketahanan Pangan bertajuk “Bersama Wujudkan Kedaulatan Pangan Papua” yang digelar di Auditorium I Gedung Listrik Politeknik Negeri Fakfak (Polinef).

Ketua Dewan Adat Mbaham Matta, Apnel Hegemur, menegaskan bahwa kehadiran KIP Fakfak tidak hanya menjadikan daerah ini sebagai penyuplai pupuk terbesar di Indonesia Timur, tetapi juga mampu mendorong Fakfak sebagai sentra pangan.

“Pemerintah daerah perlu membuat riset atau kajian di Distrik Karas maupun wilayah lain yang memiliki potensi komoditas pangan. Apa tanaman hortikultura yang cocok sesuai karakteristik wilayahnya masing-masing untuk dikembangkan,” ujarnya.

Apnel menambahkan, distribusi pupuk dari KIP Fakfak nantinya harus menyentuh petani lokal agar manfaatnya tidak sebatas tenaga kerja, melainkan juga pemerataan ekonomi dan kedaulatan pangan.

Baca juga: Bupati Samaun Dahlan Pastikan Investasi Raksasa Pupuk Kaltim Tetap di Kabupaten Fakfak 

Sementara itu, praktisi sekaligus perwakilan pemuda, Iwan Manggawa, menyoroti minimnya keterlibatan generasi muda Fakfak dalam aktivitas berkebun.

“Ini tentu berkaitan dengan motivasi dan mindset untuk mulai menanam tanaman perkebunan,” katanya.

Ia mendorong mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat untuk menggerakkan semangat berkebun, sekaligus mengawal pemanfaatan dana desa agar porsi 20 persen benar-benar digunakan untuk program ketahanan pangan di kampung.

Iwan juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah kampung, distrik, hingga pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Sebagai informasi, Kabupaten Fakfak ditetapkan sebagai lokasi PSN Kawasan Industri Pupuk Fakfak dengan nilai investasi sekitar 1,60 miliar dolar AS atau Rp 28,4 triliun.

Proyek ini menjadi industri pupuk pertama di Indonesia Timur dalam 40 tahun terakhir.

Produk utama berupa urea dan amonia akan mendukung kebutuhan pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.