Pantauan Harga Sembako di Surabaya Relatif Stabil Selepas Dua Pekan Masa Sekolah Masuk Kembali
Eko Darmoko July 27, 2026 05:45 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Surabaya terpantau relatif stabil memasuki akhir Juli 2026.

Setelah dua pekan tahun ajaran baru dimulai, harga telur hingga cabai di Kota Pahlawan terpantau cukup terjangkau.

Pantauan SURYAMALANG.COM terhadap daftar harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Surabaya per 27 Juli 2026 menunjukkan sebagian besar komoditas tidak mengalami gejolak.

Beberapa komoditas seperti cabai dan telur masih berada pada kisaran harga yang relatif terjangkau, meski minyak goreng mulai menunjukkan kenaikan.

Di sejumlah pasar di Surabaya, rataan harga cabai merah besar berada di kisaran Rp 29.857 per kilogram, cabai merah keriting Rp 34.286 per kilogram, dan cabai merah kecil/rawit Rp 38.286 per kilogram.

Sementara itu, telur ayam broiler tercatat rata-rata Rp 25.571 per kilogram dan ayam broiler Rp 35.000 per kilogram.

Di sisi lain, minyak goreng kemasan sederhana (Minyakita) berada pada kisaran rata-rata Rp 18.343 per liter, sedangkan minyak goreng curah mencapai rata-rata Rp 21.286 per kilogram.

Harga minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang mulai merangkak naik.

Baca juga: Bentrok Debt Collector vs Petugas Valet Kafe di Surabaya, Jari Pelaku Putus Kena Sabetan Teman

Salah satu pedagang di Pasar Tambahrejo Surabaya Munati menjelaskan bahwa kenaikan harga minyakita berlangsung 2 hari terakhir.

"Sebelumnya sekitar Rp 19.500, sekarang Rp 20 ribuan. Naik, tapi tidak banyak dan cukup stabil," katanya.

Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) pun meninjau Pasar Tambahrejo, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, hasil pemantauannya saat mengunjungi Pasar Tambahrejo menunjukkan harga kebutuhan pokok masih cukup terkendali.

"Jadi, saya hadir di Pasar Tambahrejo, yang merupakan pusat ekonomi kerakyatan di wilayah Surabaya tengah maupun utara."

"Pasar ini menjadi pasar favorit masyarakat Surabaya," kata pria yang akrab disapa BHS ini.

Ia menjelaskan, kunjungannya bertujuan mengecek langsung harga berbagai komoditas pangan pokok, mulai dari gula, telur, ikan, minyak goreng, ayam, hingga daging.

"Saya cek harganya stabil. Bahkan cabai tadi juga turun," kata politisi Partai Gerindra ini.

Menurut Bambang, perintah telah melakukan sejumlah upaya untuk menjaga stabilitas harga.

"Jadi, ini bukti bahwa pemerintah sangat perhatian terhadap komoditas pangan pokok yang dibutuhkan masyarakat, termasuk beras dan minyak," kata Anggota Komisi VII DPR RI ini.

Stabilnya harga tersebut bersamaan dengan kembalinya siswa bersekolah.

Hingga memasuki pekan kedua sekolah, pelaksanaan program MBG di berbagai sekolah juga berpotensi meningkatkan konsumsi bahan pangan seperti telur, ayam, beras, dan sayuran di samping kebutuhan rumah tangga yang bertambah.

Pada kunjungan tersebut, Bambang juga menyoroti aspek keselamatan di Pasar Tambahrejo.

Ia meminta sistem proteksi kebakaran segera diperbaiki setelah menemukan sejumlah alat pemadam api ringan (APAR) telah kedaluwarsa.

Selain itu, ia mendorong perbaikan infrastruktur pasar, seperti lantai dan fasilitas pendukung lainnya, agar pasar tradisional semakin nyaman dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.

"Pasar tradisional di beberapa negara seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand sangat bersih dan layak. Ini yang perlu kita tiru agar masyarakat semakin berminat berbelanja di pasar tradisional," tuturnya.

Penurunan harga bahan-bahan pokok (bapok) di sejumlah daerah bersamaan dengan liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah pada akhir Juni lalu. Tidak hanya di Surabaya, gejala serupa juga sempat ditemukan di beberapa daerah di Indonesia.

Baca juga: Kebun Binatang Surabaya Sukses Rawat 8 Harimau, 7 Singa hingga Kucing Liar Afrika

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.