TOBOALI, BABEL NEWS - Kepolisian Resor Bangka Selatan memperluas upaya penertiban knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong dengan menyasar pengendara hingga bengkel kendaraan di Kota Toboali. Selain penindakan, kepolisian juga mengedepankan edukasi agar peredaran knalpot brong dapat ditekan dari sumbernya.
Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto mengatakan, penggunaan knalpot brong masih menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat. Suara bising yang ditimbulkan kendaraan tersebut dinilai mengganggu ketenangan warga, terutama saat digunakan di kawasan permukiman maupun jalan utama.
Selain mengurangi kenyamanan, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi juga berpotensi menimbulkan bahaya dalam berlalu lintas. "Kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi ini sangat mengganggu masyarakat karena suaranya sangat berisik dan juga dapat menimbulkan bahaya," ujar Agus Arif Wijayanto, Jumat (24/7).
Menurutnya, penindakan yang dilakukan personel Satuan Lalu Lintas Polres Bangka Selatan tidak hanya bertujuan menertibkan kendaraan di jalan raya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ketertiban lalu lintas di Kota Toboali serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Selain itu, penindakan ini juga untuk mencegah kegiatan kelompok bermotor yang kerap meresahkan masyarakat, termasuk konvoi kendaraan, balap liar maupun geng motor," jelas Agus Arif Wijayanto.
Selain melakukan razia di lapangan, personel Sat Lantas Polres Bangka Selatan juga mengedepankan langkah preventif dan edukatif. Petugas mendatangi sejumlah bengkel kendaraan serta toko suku cadang motor dan mobil di kawasan Toboali untuk memberikan sosialisasi secara langsung.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menekan peredaran knalpot brong sebelum dipasang pada kendaraan masyarakat. "Kami mengimbau masyarakat yang masih menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi agar segera menggantinya dengan knalpot aslinya atau yang sesuai standar," sebutnya.
Polres Bangka Selatan berharap sinergi antara aparat, pelaku usaha otomotif, dan masyarakat dapat mewujudkan lingkungan berkendara yang lebih aman, nyaman, dan kondusif. "Mari bersama-sama kita ciptakan kenyamanan dan ketertiban berkendara di Bangka Selatan. Setop knalpot brong, suara adem, berkendara nyaman," pungkas Agus Arif Wijayanto. (u1)