Sampaikan Keluhan, Dua Pemuda Jalan Kaki Bawa Stop Kontak ke Kantor PLN Kalselteng di Banjarbaru
Ratino Taufik July 27, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Cara unik menyampaikan keluhan terkait pemadaman listrik bergilir yang belakangan sering terjadi di berbagai wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dilakukan dua orang pemuda, Senin (27/7/2026).

Dua orang pemuda  yang mengaku berasal dari Forum Demokrasi Milenial (FDM) menghar aksi long march ke Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) di Kota Banjarbaru. 

Mereka berjalan kaki beberapa kilometer dari Jalan Ahmad Yani memutar ke Jalan Pangeran Suriansyah dan kemudian ke ke kantor PLN di Jalan Panglima Batur.

Uniknya, Helmi Yahya dan Rafli berjalan sambil masing-masing membawa stop kontak atau terminal untuk menyambungkan alat elektronik ke sumber arus listrik.

Selain itu, dua pemuda ini juga menempelkan tulisan bernada satir di tubuh mereka. Seperti "Daerah Kami Masih Padam Pak?", "Mehadang Info PLN Benyala Lampu", dan "Mau Numpang Charger di PLN".

Sesampainya di Kantor PLN UID Kalselteng, mereka disambut jajaran manajemen PLN Kalselteng dan melaksanakan diskusi singkat didalam kantor. Selain itu, mereka juga menyerahkan surat undangan dialog kepada PLN Kalselteng. 

Salah seorang massa aksi, Helmi Yahya, mengatakan aksi mereka merupakan bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang terus berulang dan meluas di berbagai wilayah Kalsel.

Menurutnya, pihaknya meminta akuntabilitas dan transparansi terkait permasalahan kelistrikan di wilayah Kalselteng ini.

Baca juga: PLN Respons Kasus Kematian Ribuan Ayam di HST, Penanganan Mengacu Regulasi ESDM, Ini Soal Ganti Rugi

“Kalaupun memang ada kesalahan ataupun perbaikan ya sampaikan, karena masyarakat Kalimantan Selatan khususnya yang sangat diperlukan saat ini yang pasti dokumentasi ataupun bukti dan juga fakta di lapangannya,” katanya.

Masih lanjut Helmi, pihaknya juga mengundang PLN untuk hadir melakukan dialog atau diskusi terbuka yang dijadwalkan pada hari Rabu (29/7/2026) mendatang.

“Kami menantang dan juga mengajak kepada pihak PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan-Tengah untuk berdialog ataupun berdiskusi secara terbuka yang bertempat nanti akan kami layangkan di sosial media kami,” katanya.

Di sisi lain, Senior Manager Perencanaan PT PLN UID Kalselteng, Roxy Swagerino, mengatakan pihaknya menyambut baik kedatangan perwakilan dari Forum Demokrasi Milenial yang menyampaikan surat undangan dialog terbuka.

“Permohonan dialog dari kita, dari Forum Demokrasi Milenial, ya kita sambut dengan baik. Dan nanti dari pihak PLN sesuai dengan eee tanggal atau agenda yang sudah diagendakan, nanti akan hadir dari pihak kami untuk memberikan penjelasan,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/rizki fadillah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.