5.689 Warga Bangka Selatan Dapat JKN dari CSR 12 Perusahaan
Ajie Gusti Prabowo July 27, 2026 05:50 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Sebanyak 12 perusahaan di Kabupaten Bangka Selatan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan untuk membiayai kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat miskin dan rentan miskin. Total dana corporate social responsibility (CSR) yang dihimpun mencapai Rp1.194.690.000. Dana tersebut digunakan untuk menjamin kepesertaan JKN bagi 5.689 warga di berbagai desa di daerah itu.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi berujar, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan program JKN di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Sinergi pemerintah, BPJS Kesehatan, dan dunia usaha menjadi solusi agar masyarakat tetap memperoleh perlindungan kesehatan secara berkelanjutan. 

"Kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan dunia usaha merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan program jaminan kesehatan masyarakat, khususnya di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah," ujar Debby Vita Dewi, Jumat (24/7).

Ia membeberkan, pada tahap pertama tujuh perusahaan telah lebih dahulu bergabung dalam program tersebut. Yakni PT Synergy Maju Bersama, PT Samudra Berhasil Bersama, PT Basel Mining Sejahtera, PT Sinar Sejahtera Perkasa, PT Mitra Gapura Mandiri, PT Mitra Gapura Mandiri Sejahtera, dan PT Masbro Alam Stania. Ketujuh perusahaan itu menghimpun dana CSR lebih dari Rp803.250.000 yang digunakan untuk membiayai kepesertaan JKN bagi 3.825 jiwa. 

Komitmen dunia usaha kembali bertambah pada perjanjian kerja sama tahap II dengan bergabungnya lima perusahaan. Masing-masing PT Bhumi Palmindo Kencana, PT Bangka Agro Plantari, CV Agung Sangun Jaya, PT Rajehan Ariq, dan PT Bangka Tin Industry. Kelima perusahaan tersebut mengalokasikan dana CSR sebesar Rp391.440.000 untuk membiayai kepesertaan JKN bagi 1.864 jiwa masyarakat miskin dan rentan miskin. Program itu menjangkau 10 desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Bangka Selatan.

"Total saat ini sudah ada 12 perusahaan yang ikut berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengcover 5.689 jiwa masyarakat miskin dan rentan miskin," jelas Debby Vita Dewi.

Dirinya mengakui, keterlibatan perusahaan melalui program CSR membuktikan bahwa investasi di Bangka Selatan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga manfaat sosial bagi masyarakat. "Sinergi ini diharapkan menjadi pondasi yang kuat dalam mewujudkan masyarakat Bangka Selatan yang lebih sehat, terlindungi, dan sejahtera," pungkasnya. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.