TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Upaya pembangunan ekonomi daerah melalui skema pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas terus dilakukan Pemkab Jepara.
Satu di antaranya dengan menggandeng PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Semarang agar produk-produk IKM dan UMKM Jepara bisa masuk ke pemasaran ritel modern.
Pada 2026 ini, Dekranasda Kabupaten Jepara bersama Indomaret Cabang Semarang melakukan pendampingan dan kurasi produk IKM dan UMKM asal Kota Ukir, Selasa (21/7/2026) di Galeri Dekranasda Lantai 2 Jepara.
Kali ini, kurasi produk menuju pasar modern diikuti 50 pelaku IKM dan UMKM dengan produk sektor kuliner.
Baca juga: Pemkab Batang Perkuat Rantai Pasok Kelengkeng Lokal, Gandeng Undip dan Indomaret
Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara, Syahnez Danniar Yusuf menyampikan, pendampingan dan kurasi produk merupakan upaya nyata untuk meningkatkan daya saing produk lokal Jepara.
Selain itu dapat memperluas akses pemasaran ke jaringan ritel modern.
Kata dia, pelaku UMKM dan IKM harus terus meningkatkan kualitas produknya masing-masing agar bisa memenuhi kebutuhan dan standar pasar modern yang dinilai semakin kompetitif.
Inez Hajar, sapaan akrab Syahnez Danniar Yusuf menegaskan bahwa Jepara memiliki berbagai produk unggulan yang lahir dari kreativitas dan ketekunan para pelaku usaha.
Hanya saja, di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, setiap produk yang dihasilkan dan ditampilkan belum cukup hanya memiliki kualitas. Produk juga harus memenuhi standar pasar. Mulai dari legalitas usaha, keamanan pangan, kualitas kemasan, hingga konsistensi produksi.
Karena itu, Inez yang juga sebagai istri Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyatakan bahwa kolaborasi antara Dekranasda dan PT Indomarco Prismatama sejalan dengan visi pembangunan daerah Jepara MULUS. Yakni Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius.
Satu di antara titik fokus pembangunan Jepara adalah penguatan sektor UMKM dan IKM. Sekaligus menjadi salah satu pilar penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Dekranasda berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku IKM dan UMKM melalui berbagai program pembinaan, promosi, hingga perluasan akses pasar," terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pendampingan langsung dari narasumber dan kurator profesional Indomaret Cabang Semarang.
Masing-masing produk yang ditampilkan dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Mulai dari aspek legalitas, mutu produk, kemasan, hingga kesiapan produksi.
Nantinya, setiap roduk yang dinyatakan memenuhi standar berpeluang dipasarkan di jaringan toko modern Indomaret.
Inez tak lupa menegaskan bahwa Dekranasda Kabupaten Jepara menaruh harapan besar atas terwujudnya kemandirian ekonomi Jepara melalui pelaku UMKM dan IKM sebagai ujung tombaknya.
Semakin banyak produk unggulan Jepara yang mampu bersaing di pasar ritel modern, semakin menguatkan UMKM Jepara berdaya saing lebih tinggi dalam menjangkau pasar yang lebih luas.
"Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pelaku UMKM harus terus berlanjut sebagai upaya memperkuat ekosistem usaha lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mewujudkan UMKM Jepara semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan," tutur dia.
• Indomaret bersama SC Johnsons Perkuat Komitmen CSR Kesehatan Melalui Program PSN di Kota Semarang
Branch Manager PT Indomarco Prismatama Cabang Semarang, Johannes Christian Febrianto menyampaikan, pendampingan dan kurasi produk bertujuan mendorong produk-produk UMKM dan IKM Jepara agar mampu naik kelas.
Utamanya dalam menyiapkan produk terbaik dan memenuhi persyaratan untuk dipasarkan di jaringan toko modern, utamanya pada gerai-gerai Indomaret.
Dengan begitu, upaya ini bisa mendongkrak angka penjualan produk asal Jepara, juga bagaimana menyejahterakan pelaku UMKM dan IKM di Kabupaten Jepara.
"Kegiatan kurasi produk UMKM Kabupaten Jepara kali ini diikuti 50 pelaku UMKM dan IKM di Jepara," kata dia.
Johannes menyebut, kurasi produk kali ini merupakan kali ke-2 setelah kurasi dan pelatihan juga diberikan kepada pelaku UMKM dan IKM Jepara pada 2022 lalu.
Kata dia, jumlah gerai Indomaret di Kabupaten Jepara hingga saat ini tercatat ada 53 gerai. Sudah menampung 23 macam produk makanan Jepara dari 16 pelaku UMKM dan IKM asal Kota Ukir.
Pihaknya berkomitmen untuk terus menambah keterlibatan pelaku usaha Jepara dalam bekerjasama dengan PT Indomarco Prismatama. Agar jumlah produk dan pelaku usaha Jepara yang bersinergi dengan toko modern Indomaret semakin tambah, demi satu tujuan tercapai kesejahteraan bersama.
"Kami segenap managemen mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Jepara yang sudah berkenan bekerja sama untuk acara ini."
"Semoga dengan kegiatan ini dapat memberikan manfaat khususnya untuk para pelaku UMKM dan seluruh masyarakat Kabupaten Jepara," harap dia. (*)