TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Perkiraan waktu kematian satpam bernama Sumarna dengan kondisi tangan terborgol di Waduk Jatiluhur terungkap.
Fakta tersebut terkuak setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mewawancarai istri dan kepala desa setempat.
Dalam akun Youtube-nya, Gubernur yang karib disapa KDM itu awalnya menanyai soal kronologi sebelum satpam berusia 42 tahun itu kepada istri korban.
Untuk diketahui, Sumarna ditemukan tewas mengambang di Waduk Jatiluhur dengan kondisi tangan diborgol ke belakang pada Jumat (24/7/2026).
Sebelumnya, sang istri bercerita bahwa Sumarna sempat berpamitan jaga malam di Waduk Jatiluhur sekira pukul 19.00 Wib.
Setelah itu, Sumarna pun diketahui berada di tanggul Jatiluhur untuk bekerja.
Perihal keberadaan Sumarna, sang kepala desa (kades) mengurai rentang waktu selanjutnya.
Bahwa pada pukul 21.00 Wib, Sumarna diketahui pergi meninggalkan pos jaga menggunakan sepeda motor.
Hal itu diketahui dari warga yang mengadukan hal itu ke kades setelah mendatangi pos jaga Sumarna.
Warga mencari Sumarna pada Jumat malam itu karena hendak meminta uang pengganti pembayaran BPJS Ketenagakerjaan yang dipegangnya.
"Mereka sekitar jam 11 pada ke pos, kan di pos banyak anak muda di sana ada yang suka parkir. Katanya dari jam 9 pak Marna udah enggak ada," ungkap kades.
Setelah itu, warga pun berusaha mencari keberadaan Sumarna.
"Linmas nyari di situ tapi enggak ketemu sampai ke Gardu Induk. Malamnya si ibu nyari," ujar kadese.
"Jam setengah 12 udah enggak ada di pos," timpal KDM.
Lebih lanjut, kades pun bercerita bahwa pencarian Sumarna tak berlangsung lama yakni hanya sampai tengah malam.
Hal itu terjadi karena warga mengira Sumarna pergi ke suatu tempat lantaran membawa sepeda motor.
"Berarti malam itu sudah dilakukan pencarian? ketika di pos enggak ada enggak di cari?" tanya KDM.
"Kan sama motornya enggak ada. Mungkin dipikir lagi ke mana," ujar kades.
"Jadi sekarang motornya ditemukan di mana?" tanya KDM lagi.
"Ada di situ, ada di pos, disinyalir almarhum pulang ke pos baru terjadi (pembunuhan)," imbuh kades.
Baca juga: Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur Masih Misteri, Polisi Ungkap Fakta Soal Isu Pembunuhnya Ditangkap
Penasaran, KDM pun bertanya soal alasan Sumarna sempat pergi meninggalkan pos sekira pukul 21.00 Wib.
Hal itulah yang dianggap KDM sebagai hal janggal.
"Ketika dia meninggalkan pos dia ke mana?" tanya KDM.
"Nah itu dia yang diselidiki penyidik," ujar kades.
Tak cuma warga, istri Sumarna ternyata juga sempat mendatangi pos jaga di tengah malam.
Namun saat itu sang istri melihat hal mengejutkan yakni tidak ada sepeda motor Sumarna.
Tapi anehnya beberapa saat kemudian sepeda motor korban terlihat lagi di pos.
"Ibu nyusul jam berapa? jam setengah 12 ibu ke situ?" tanya KDM.
"Waktu malam ke situ," akui istri korban.
"Setengah 12 motornya ada?" tanya KDM.
"Enggak ada," ujar istri korban.
"Jadi si bapak itu meninggalkan pos pakai motor keluar dulu, tinggal ke luarnya sama siapa kita tidak tahu," ungkap KDM.
"Keluarnya sendiri," kata kades.
Baca juga: Status WA Terakhir Satpam yang Tewas dengan Tangan Diborgol di Waduk Jatiluhur, Korban Beri Petunjuk
Lanjut cerita, kades pun mengungkap pengakuan warga soal sempat melihat korban masih hidup saat dini hari.
Dari sanalah KDM menarik kesimpulan bahwa diperkiraan Sumarna dibunuh saat subuh.
"Jam setengah 3 ada warga pergi ke pasar masih melihat almarhum. Dia lagi gini-gini (streching) di sana," ungkap kades.
"Subuh berarti (diduga dibunuh)," ujar KDM.
Sementara itu terkait dengan perkembangan penyelidikan kepolisian, Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengurai fakta.
Bahwa hingga kini belum ada terduga pelaku yang ditangkap.
"Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar, belum ada yang kami amankan," kata AKP I Made Purwantara.
Hingga kini sudah ada 15 orang yang diminta keterangan terkati kematian Sumarna.