Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) relokasi tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Minggu untuk kebersihan dan estetika lokasi tersebut.
"TPS itu perlu dilakukan relokasi. Kami akan menyusun perencanaan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memindahkan lokasi TPS tersebut ke bagian belakang Lokbin," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta, Senin.
Syafrin menyoroti keberadaan tempat penampungan sementara (TPS) sampah yang berada di sekitar area lokbin.
Ia menyebut, posisi TPS saat ini kurang tepat karena berada di bagian depan kawasan sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat yang datang.
Terlebih, volume sampah yang ditampung di TPS tersebut cukup tinggi, yakni rata-rata mencapai 40 hingga 45 ton per hari. Kondisi tersebut juga menimbulkan bau yang menyengat.
"Dengan demikian, diharapkan hanya pelaku UMKM setempat yang membuang sampah di sana," ucapnya.
PD Pasar Jaya memiliki teba modern dengan kapasitas pengolahan sampah sekitar enam hingga delapan ton sampah per hari.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS di sekitar pasar secara signifikan.
Selain pengelolaan sampah organik, pihaknya juga mengelola sampah non organik untuk kembali dipilah.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) melakukan revitalisasi Pasar Minggu agar terintegrasi dan sampah terkelola demi kenyamanan masyarakat.
Adapun pihaknya sudah berdiskusi dengan pengelola pasar terkait proses revitalisasi yang saat ini telah memasuki tahap nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).





