Singgung Keluarga Sehat, Bupati Halim Ingatkan Peran Penyuluh KB Beri Transformasi Pengetahuan
Joko Widiyarso July 27, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mendorong peran penyuluh Keluarga Berencana (KB) bukan sekadar pengaturan kelahiran, melainkan merencanakan kehidupan keluarga yang memungkinkan seluruh anggotanya hidup sehat, sejahtera, dan harmonis.

Hal itu disampaikan Bupati saat pelaksanaan kegiatan yang digelar oleh Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia di Pendapa Manding II Pemerintah Kabupaten Bantul pada Senin (27/7/2026) siang.

"Untuk menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah bukan hanya ayah dan ibu saja. Tetapi, anak-anak bagaimana? Maka para Penyuluh KB itu ditugasi oleh negara untuk memberikan transformasi pengetahuan," katanya.

Transformasi pengetahuan yang dimaksud yakni bagaimana menciptakan hubungan yang harmonis dan sehat antarkeluargaa, serta mengupayakan seluruh anggota keluarga hidup, sehat, cerdas, dan sejahtera.

Ia pun sempat mengilustrasikan bahwa anak-anak yang 'berperilaku khusus/menyimpang' berdasarkan data yang diperoleh rata-rata berasal dari broken home. Walau tidak semua keluarga broken home selalu melahirkan anak-anak berperilaku khusus/menyimpang.

"Tetapi, ini data menunjukkan begitu. Betapa keharmonisan rumah tangga sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anak. Jadi, Penyuluh KB itu ya memberikan penyuluhan bagaimana hubungan yang baik antar masing-masing anggota keluarga," ujar Halim.

Tugas yang diemban para Penyuluh KB bukanlah hal yang ringan. Keharmonisan dalam rumah tangga terbukti memiliki dampak langsung yang sangat besar terhadap tumbuh kembang anak. Pentingnya peran ini menempatkan para Penyuluh KB pada posisi strategis.

Kendati demikian, penyuluh KB tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi pendamping keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan, mulai dari perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, hingga pencegahan stunting.

Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibangun sejak dari keluarga. 

"Oleh karena itu, keberadaan penyuluh KB menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga yang sehat, tangguh, dan berdaya saing melalui edukasi, pembinaan ketahanan keluarga, serta pendampingan bagi keluarga berisiko stunting," ujar dia.

Sementara itu, Ketua DPC IPeKB Kabupaten Bantul, Agustinus Joko Iswantara, berujar, pihaknya terus berupaya memanfaatkan teknologi dalam memberikan edukasi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

"Kami terus berupaya memperkuat komitmen bersama dalam mendukung program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bantul," tandasnya. (nei) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.