TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang mulai mempersiapkan pengembangan medical tourism atau wisata medis sebagai salah satu sektor unggulan baru yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Program tersebut akan dipusatkan di RSUD Tidar dengan menghadirkan layanan Unit Stroke Terpadu mulai Januari 2027.
Wakil Wali Kota Magelang, Sri Harso, mengatakan pengembangan wisata medis menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi sektor kesehatan yang dimiliki Kota Magelang.
"Mulai Januari 2027 akan kami buka Unit Stroke seperti di RS Bethesda Yogyakarta dan RS PON Jakarta," kata Sri Harso.
Menurutnya, RSUD Tidar dinilai siap menjadi rumah sakit rujukan karena telah memiliki dokter spesialis saraf, tenaga kesehatan yang kompeten, serta peralatan medis yang memadai.
Selain meningkatkan layanan kesehatan, Pemkot Magelang juga akan melibatkan pelaku industri pariwisata agar konsep medical tourism dapat berkembang secara terintegrasi.
"Kami juga akan mengajak pelaku wisata memahami konsep wisata kesehatan sehingga dapat menjadi daya tarik baru bagi Kota Magelang," ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Tidar, dr. Junaedi Wibawa, menjelaskan pelayanan pasien stroke selama ini sebenarnya sudah berjalan sesuai standar. Namun, pasien stroke masih dirawat bersama pasien penyakit jantung sehingga diperlukan ruang pelayanan yang lebih spesifik.
"Nantinya dalam satu unit stroke akan tersedia ICU, HCU, hingga ruang perawatan khusus pasien stroke umum sehingga pelayanan menjadi lebih optimal," jelas Junaedi.
Ia berharap keberadaan Unit Stroke Terpadu mampu mempercepat penanganan pasien sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di RSUD Tidar.
Di sisi lain, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menilai pengembangan wisata medis merupakan peluang besar yang perlu dimanfaatkan Kota Magelang.
"Program ini harus memiliki pembeda dengan rumah sakit-rumah sakit lain. Pada akhirnya kami berharap dapat meningkatkan pendapatan asli daerah," ujar Damar.
Menurutnya, RSUD Tidar dipilih sebagai pusat pengembangan medical tourism karena memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap dibanding rumah sakit milik pemerintah daerah lainnya.
Selain itu, layanan puskesmas di Kota Magelang yang kini beroperasi hingga pukul 20.00 WIB juga akan menjadi bagian dari ekosistem pelayanan kesehatan yang mendukung program tersebut.
Melalui pengembangan medical tourism, Pemerintah Kota Magelang berharap tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga menarik pasien dari luar daerah untuk memperoleh pelayanan medis di Kota Magelang.
Kehadiran wisata medis diharapkan mampu memberikan efek berganda terhadap sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga perekonomian daerah secara keseluruhan.