Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Praktisi transportasi dan logistik, Dr Ismail Rasyid SE, M.MTr menyatakan sebagai pelaku logistik sangat bersemangat dan mendukung penuh keinginan Presiden Prabowo mendorong penguatan armada logistik nasional.
Pernyataan Prabowo itu disampaikan oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani pada Senin (27/7/2026) di Istana Kepresidenan, yang menyatakan Prabowo meminta jajaran kementerian/lembaga terkait menyiapkan rencana pengembangan armada nasional agar ke depan pengangkutan logistik lebih banyak menggunakan kapal berbendera Indonesia.
“Logistik nasional harus mampu berperan maksimal dan bisa memberikan kontribusi menurunkan biaya logistik nasional yang hingga kini masih tinggi dibandingkan dengan negara- negara anggota ASEAN. Indonesia berada antara 15 persen hingga 20 persen lebih tinggi dari PDB. Sedangkan negara-negara tetangga berkisar antara 8 persen hingga 10 persen,” ungkap Ismail Rasyid, Senin (27/7/2026) di Jakarta.
Ismail Rasyid menuturkan tingginya biaya logistik di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor seperti alam dan lainnya seperti, Indonesia negara kepulauan, minimnya infrastruktur di beberapa pulau selain Pulau Jawa, ketergantungan pada angkutan darat yang menghubungkan pulau-pulau, belum terkoneksi dan terintergrasinya moda transportasi darat, laut, dan udara.
Dampaknya pada double malah triple handling untuk barang-barang antarpulau maupun tujuan ekspor. Efek selanjutnya pada keterlambatan, kerusakan, kualitas barang yang akan berdampak pada kemampuan dan daya saing yang lemah.
“Kita butuh terciptanya ekosistem yang baik dan terintegrasi untuk semua bidang baik, konsumer good, agro industri, perminyakan & gas, industri pertambangan, dan juga bidang energi,” jelas alumnus S3 Institut Transportasi dan Logistik Universitas Trisakti ini.
Baca juga: Kiprah Ismail Rasyid di Panggung Penting Pengusaha Global
Karena itu, Ismail menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan dan pengadaan kapal-kapal dalam negeri sudah sangat mendesak dibangunnya kapal-kapal baru yang menyesuaikan dengan kondisi wilayah maupun tujuan penggunaan untuk barang maupun mobilisasi warga. Ismail menambahkan dalam rangka pengembangan armada domestik peran seperti PT. PAL sangat strategis. Semoga Indonesia bisa memenuhi kebutuhan armada nasional untuk percepatan dan prioritas pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
“Ini tidak hanya menghemat biaya saja , tetapi akan memberikan dampak multiplier yang sangat besar , serta terciptanya lapangan kerja yang luas, tumbuh dan berkembangnya industri strategis nasional, penurunan biaya logistik secara bertahap dan bisa ditargetkan dengan baik serta terjadi pertumbuhan ekonomi secara nasional dan meningkatkan daya saing global,” ujar Ismail.
Sebelumnya, Rosan mengatakan arahan Presiden Prabowo setelah menyoroti masih besarnya dominasi kapal berbendera asing dalam pengiriman barang di Indonesia. Pengiriman barang-barang sekitar 95 persen berbendera asing. Diharapkan ke depan juga bisa berbendera Indonesia dan diminta rencana pengembangannya.
Rosan menyampaikan pemerintah akan mendorong penguatan industri galangan kapal nasional, baik yang dikelola badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta, agar mampu memproduksi kapal sesuai standar internasional dan memenuhi kebutuhan armada nasional.(*)