Kemarau Diperkirakan Panjang, 39 Desa di Pekalongan Terancam Krisis Air Bersih,
khoirul muzaki July 27, 2026 09:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, Ancaman krisis air bersih mulai dirasakan warga Kabupaten Pekalongan di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.


Di Kelurahan Sragi, sedikitnya 816 jiwa dari 238 kepala keluarga di tiga dukuh mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, mengatakan ancaman kekeringan mulai meluas di sejumlah wilayah. BPBD memetakan sedikitnya 10 kecamatan yang mencakup 39 desa dan kelurahan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau tahun ini.


Menurut Agus, musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap menurunnya debit air di sejumlah embung desa serta tersendatnya pasokan air untuk kebutuhan lahan pertanian.


"Mitigasi sudah kami lakukan dengan memetakan wilayah-wilayah rawan kekeringan. Saat ini ada 10 kecamatan yang terdiri atas 39 desa dan kelurahan yang menjadi prioritas penanganan," ujar Agus, Senin (27/7/2026).


Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD telah menjadwalkan pendistribusian air bersih secara bergiliran ke desa-desa yang terdampak.


Selain itu, sebanyak 18 unit tandon air disiapkan untuk ditempatkan di sejumlah titik yang rawan mengalami kekeringan.


Agus juga mengimbau, masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran terbuka, termasuk membakar sisa panen tebu maupun jerami padi.


"Sampai hari ini 1 Kelurahan yang dikirim bantuan air bersih di Kelurahan Sragi sebanyak 23 Tangki atau 92.000 liter," tambahnya.


Sementara itu, krisis air bersih mulai dirasakan warga Kelurahan Sragi. Lurah Sragi, Teguh, mengatakan sedikitnya tiga dukuh mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama dua pekan terakhir.

Baca juga: Polisi Gagalkan Aksi AMPB Bakar Ban Saat Demo di Kejaksaan Pati


Ketiga wilayah tersebut meliputi Dukuh Ringinpitu dengan 126 kepala keluarga atau 480 jiwa, Dukuh Pesantren sebanyak 47 kepala keluarga atau 141 jiwa, serta Dukuh Gembyong yang dihuni 65 kepala keluarga atau 195 jiwa.


"Secara keseluruhan terdapat 238 kepala keluarga, atau 816 jiwa yang kini terdampak krisis air bersih," kata Teguh.


Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kabupaten Pekalongan telah menyalurkan bantuan air bersih selama sepekan terakhir. Namun, tingginya kebutuhan masyarakat membuat pasokan air masih diperlukan secara berkelanjutan.


Teguh berharap, bantuan air bersih dapat terus diberikan hingga kondisi kembali normal. Dia juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga sosial, untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga selama musim kemarau.


"Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau ini," ujarnya. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.