Mengapa Indonesia Masih Kekurangan Dokter sampai Sekarang? Kemenkes Ungkap Penyebabnya
Dharma Aji Yudhaningrat July 27, 2026 09:42 PM

- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui Indonesia masih kekurangan tenaga dokter.

Akibatnya, masyarakat di sejumlah daerah masih harus berobat ke puskesmas yang belum memiliki dokter.

Masalah kekurangan dokter bukan hanya soal jumlah yang belum memenuhi standar.

Persoalan juga terletak pada penyebaran dokter yang masih terkonsentrasi di kota-kota besar, sehingga banyak daerah belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, mengatakan rasio dokter di Indonesia hingga kini masih berada di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut standar WHO, idealnya tersedia satu dokter untuk setiap 1.000 penduduk.

Bahkan, jika dibandingkan dengan negara lain, jumlah dokter di Indonesia masih tertinggal cukup jauh.

"Kalau kita bandingkan dengan negara-negara maju, Singapura itu 2 per seribu, Jerman 4 per seribu. Jadi sebetulnya kita masih ketinggalan. Untuk kebutuhan dokter. Kita belum sampai 1 per seribu. Yang terakhir mungkin 2 tahun lalu 0 per seribu. Mungkin sekarang sudah sedikit membaik," ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026).

Kekurangan dokter itu tercermin dari masih adanya ratusan puskesmas yang belum memiliki dokter.

Dari sekitar 10.300 puskesmas di Indonesia, sekitar 400 di antaranya hingga kini masih belum memiliki dokter.

"Saat ini untuk seluruh puskesmas kita sekitar 10.300 itu masih ada 400-an yang tidak ada dokter. Tapi dari 10.300, 400 yang tidak ada dokter ini, tahun ini juga kita membuka (masuknya dokter)," imbuhnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.