BANJARMASINPOST.CO.ID - Program Robotika SIGMA (Sains & Inovasi untuk Generasi Maju Banua dan Indonesia) yang diluncurkan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) bersama PT Adaro Indonesia (Adaro) berkolaborasi dengan Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) sukses terselenggara.
Pelatihan pengenalan dan praktik merakit komponen robotik tersebut berlangsung dengan antusias dan memberikan kesan positif bagi seluruh guru peserta kegiatan.
Guru SDN 2 Mabuun, Qorinah, mengaku awalnya sangat canggung karena sebelumnya tidak pernah mengenal robotika.
Memegang perkakas elektronik pun belum pernah. Namun, pelatihan tersebut membuka wawasannya.
"Alhamdulillah senang, banyak menambah ilmu lain," katanya.
Ia semakin senang ketika anak didiknya juga antusias mengikuti pembelajaran robotika.
Mereka sudah mampu melakukan coding atau menghubungkan perangkat robot dengan gawai melalui praktik yang diajarkannya.
Keberhasilan itu membuat Qorinah semakin percaya diri mengajarkan robotika kepada para siswanya di sekolah.
Meski demikian, ia berharap PRSI tetap memberikan pendampingan setelah pelatihan selama sepekan di Gedung Informasi Pembangunan Tanjung, Tabalong.
"Harapannya bisa tetap dibimbing, tidak mungkin dilepas. Adakan pelatihan lagi tahun mendatang," jelasnya.
Guru lainnya, Veti Dahliani, juga merasakan hal yang sama terhadap pelatihan Robotika SIGMA.
"Akhirnya saya sudah memahami alat yang digunakan untuk mempraktikkan langsung dengan robot," katanya.
Ia bertekad akan mengajarkan materi tersebut kepada para siswa di sekolah tempatnya mengajar setelah mengikuti pelatihan.
Kepala Departemen Kemitraan dan Kerja Sama PRSI, Riksa Rifqi Fuadi, mengaku senang dan menganggap pelatihan yang diikuti 28 guru dari 14 sekolah dasar tersebut berjalan sukses.
"Pada dasarnya dalam satu pekan ini memberikan pengalaman baru, baik bagi guru maupun siswa," ujarnya.
Menurutnya, para guru mampu beradaptasi dengan baik dalam mengenal dunia robotika.
Bahkan, mereka juga antusias membawa peralatan perakitan ke rumah untuk berlatih, seperti tang dan obeng.
Metode pembelajaran dengan saling bertukar kelompok siswa antarguru juga dinilai berjalan dengan baik. Terlebih saat robot hasil rakitan dipertandingkan.
"Seru," cetusnya.
Riksa juga menilai pelatihan robotika di Tabalong tidak boleh berhenti sampai di situ dan perlu terus ditingkatkan. Apalagi, banyak sekolah lain yang juga berminat.
Koordinator Program Robotika SIGMA YABN, Rully Prameswari, menyampaikan pelaksanaan Program Robotika SIGMA berjalan sesuai harapan.
"Sesuai ekspektasi," cetusnya.
Menurutnya, seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan antusias hingga lupa waktu, terutama saat robot hasil rakitan dipertandingkan.
Meski sukses digelar, Rully mengatakan program tersebut akan terus ditingkatkan dengan tetap melakukan evaluasi.
"Pasti akan kami tingkatkan di beberapa itemnya," ujarnya.
Penambahan jumlah sekolah peserta juga akan diupayakan mengingat pentingnya pelatihan robotika untuk meningkatkan daya kritis, kemampuan berpikir, dan kreativitas siswa.
Rully juga berharap, setelah mengikuti pelatihan, para guru dapat menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler robotika di sekolah masing-masing dengan memanfaatkan ilmu dan perangkat yang telah diberikan oleh YABN dan Adaro. (*)