Ribuan Karyawan Kembali Terancam PHK Usai Dua Pabrik Garmen di Jateng Tutup
khoirul muzaki July 27, 2026 10:27 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Ahmad Aziz mengaku, turut mencarikan lowongan kerja (loker) bagi ribuan buruh pabrik garmen yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Juli ini.

Ada dua perusahaan garmen di Jateng menutup pabriknya dengan alasan merugi.

Dua perusahaan itu masing-masing PT Victory Apparel Semarang yang bakal melakukan PHK sekitar 846 buruh dan PT Samwon Busana Indonesia, Jepara, sekitar 670 buruh.

"Selain memastikan hak-hak mereka, kami pikirkan para buruh ini disalurkan ke pabrik lain dengan menginformasikan loker di lokasi dekat perusahaan tersebut," jelas Aziz kepada Tribun, Senin (27/7/2026).

Aziz mengklaim, usaha tersebut  sudah mulai menampakkan hasil yakni eks buruh PT Samwon sebanyak 350an orang telah diterima di PT Jiale Indonesia Textile, yang masih berada di kawasan Jepara.

Namun, diakuinya, langkah serupa belum berhasil bagi buruh PT Victory Apparel.

 "Kami sudah menginformasikan sejumlah loker ke Ketua Serikat Pekerja-nya di PT Victory Apparel, nanti akan terus kami informasikan," ungkapnya.


Selain loker, Aziz juga mendorong para buruh yang terkena PHK agar bisa mengakses pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) bila ingin meningkatkan keahlian atau ingin memperoleh keahlian baru.


"Jadi, buruh bisa berwirausaha, lewat akses pelatihan BLK baik di Kabupaten/kota, Provinsi maupun pusat," tuturnya.

Baca juga: Berharap Sinergi, Pemkab Banjarnegara Kasih Tiga Bidang Tanah untuk Polres Banjarnegara


Kendati demikian, Aziz menilai, PHK haruslah pilihan terakhir perusahaan. Ia meminta perusahaan yang mengambil pilihan terakhir tersebut agar memenuhi pesangon dan pemberian BPJS yang memuat hak Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Pabrik Victory Apparel Semarang Tutup Oktober 

Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Jateng,  Mulyono mengungkap, PT Victory Apparel Semarang akan habis kontrak di kawasan Industri Lamicitra, Tanjung Mas, Kota Semarang, pada Oktober 2026.

Sebelum masa habis kontrak itu, pihaknya mendesak perusahaan agar merampungkan perselisihan buruh tersebut.


"Sebelum pabrik tutup, urusan dengan ratusan buruh harus selesai," katanya kepada Tribun.


Ia mengaku, kunjungan Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal ke PT Victory Apparel memberikan angin segar kepada para buruh. Akan tetapi, pihaknya tidak akan terlena dengan melakukan pemantauan selama dua hingga tujuh hari mendatang.


"Kami akan pantau dulu, selepas itu akan kami ambil langkah selanjutnya," tuturnya.


Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan,  persoalan PT Victory Apparel tidak terlepas dari riwayat kondisi perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19, banjir, berkurangnya pesanan, dan tekanan keuangan. “Historinya seperti itu," katanya. (Iwn)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.