SURYA.co.id, MADIUN – Keberanian Aris Susanto yang viral karena nekat menghentikan kendaraan di perlintasan sebidang Mengkreng akhirnya berbuah apresiasi dari PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Pria yang menjadi sorotan publik setelah aksi spontan menyelamatkan banyak pengguna jalan itu menerima penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta dari KAI Daop 7 Madiun.
Apresiasi tersebut diberikan setelah aksi Aris dinilai berkontribusi mencegah potensi kecelakaan serius saat KA Brantas melintas di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 303A Mengkreng.
Momen heroiknya sebelumnya menyebar luas di media sosial dan menuai pujian dari masyarakat.
Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan bahwa kepedulian warga dapat berperan penting dalam menjaga keselamatan di perlintasan kereta api.
Nama Aris Susanto mendadak dikenal publik setelah video aksinya beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, ia terlihat sigap menghentikan kendaraan yang hendak melintas ketika KA Brantas melaju di jalur utama Surabaya–Yogyakarta.
Peristiwa itu terjadi saat palang pintu perlintasan diduga gagal menutup sehingga berpotensi membahayakan para pengguna jalan.
Melihat kondisi tersebut, Aris secara spontan turun tangan mengingatkan pengendara agar tidak menerobos rel.
Aksi cepat tersebut dinilai membantu mencegah potensi kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa.
Banyak warganet pun menyebut Aris sebagai pahlawan keselamatan karena keberaniannya mengambil tindakan di tengah situasi darurat.
Sebagai bentuk penghargaan, PT KAI Daop 7 Madiun mengundang Aris Susanto ke Kantor Daop 7 Madiun di Jalan Kompol Sunaryo, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Senin (27/7/2026).
Deputy Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kepedulian Aris dalam membantu menjaga keselamatan di perlintasan sebidang.
Menurutnya, tindakan Aris merupakan wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan perjalanan kereta api sekaligus keselamatan masyarakat yang melintas di lokasi tersebut.
Tak hanya menerima piagam penghargaan, Aris juga memperoleh uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta sebagai bentuk apresiasi atas aksi cepatnya mencegah potensi kecelakaan.
Baca juga: Sosok Aris Susanto, Pahlawan Perlintasan KA Mengkreng yang Viral itu Diganjar Penghargaan PT KAI
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan penghargaan kepada Aris Susanto merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap keselamatan di perlintasan sebidang.
"Kepedulian dan kesigapannya dalam membantu menghentikan kendaraan di JPL 303A Mengkreng telah berkontribusi mencegah potensi kecelakaan dan menjadi teladan bagi masyarakat maupun insan KAI dalam membangun budaya keselamatan," ujar Tohari.
Di sisi lain, KAI juga mengingatkan seluruh pekerja agar terus mengedepankan prinsip safety first dalam menjalankan tugas serta meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan operasional perjalanan kereta api.
Selain memberikan penghargaan kepada Aris Susanto, KAI Daop 7 Madiun kembali mengingatkan masyarakat agar selalu disiplin ketika melintasi perlintasan sebidang.
Pengguna jalan diminta mematuhi rambu-rambu, sinyal, serta arahan petugas.
Sebelum menyeberang rel, setiap pengendara wajib berhenti, melihat ke kiri dan kanan, lalu memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas.
Tohari menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menganggap palang pintu sebagai satu-satunya alat keselamatan.
"Perlu dipahami bahwa palang pintu bukan merupakan alat pengaman utama bagi pengguna jalan, melainkan berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api," terang Tohari.
"Keselamatan di perlintasan sangat bergantung pada kedisiplinan setiap pengguna jalan," pungkasnya.
Pemberian penghargaan kepada Aris Susanto menunjukkan bahwa aksi kepedulian masyarakat dalam situasi darurat mendapat perhatian dari PT KAI.
Nilai penghargaan memang tidak sebanding dengan risiko yang dihadapi Aris saat menghentikan kendaraan di depan jalur kereta, namun pengakuan resmi tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan bersama.
Di sisi lain, peristiwa viral di Mengkreng juga menjadi pengingat penting bahwa keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya bergantung pada petugas maupun fasilitas, tetapi juga pada kewaspadaan setiap pengguna jalan.
Budaya saling mengingatkan dan mematuhi aturan lalu lintas tetap menjadi faktor utama dalam mencegah kecelakaan di jalur kereta api.