Baca juga: Karhutla Kembali Melanda Ogan Ilir, 18 Hektare Lahan Terbakar di Lorok dan Tanjung Seteko
SRIPOKU.COM, SEKAYU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menemukan lahan seluas sekitar 0,25 hektare yang terbakar saat melakukan pengecekan lapangan (ground check) terhadap titik panas (hotspot) di Dusun 4, Desa Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, Senin (27/7/2026).
Pengecekan tersebut dilakukan setelah sistem pemantauan Satelit Sipongi KLHK mendeteksi adanya kemunculan hotspot di wilayah Kecamatan Lawang Wetan.
Berdasarkan hasil penelusuran, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Muba, TNI, Polri, pihak kecamatan, serta perangkat desa bergerak menuju lokasi pada pukul 09.30 WIB dan tiba di titik koordinat sekitar pukul 10.15 WIB.
Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, menjelaskan bahwa lahan yang terbakar merupakan area semak belukar di atas tanah mineral dengan luas kurang lebih 0,25 hektare.
"Saat tim tiba di lokasi, kondisi api sudah padam. Kami langsung melakukan pendataan untuk memastikan kondisi di lapangan," ujar Marko.
Ia menambahkan, selama proses ground check berlangsung, petugas tidak menemukan adanya aktivitas masyarakat di sekitar lokasi maupun sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk pemadaman.
Kendati api telah padam, tim tetap melakukan penyisiran dan pemantauan sebagai langkah antisipasi guna mencegah munculnya titik api baru akibat cuaca kemarau yang panas.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, pihak BPBD Muba mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Tindakan tersebut sangat berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terlebih di tengah cuaca panas dan kondisi lahan yang kering.
"Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Segera laporkan kepada aparat atau BPBD apabila menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin," imbaunya.