Wajah Veda Tercoreng saat Uriarte Kuasai 2 Sirkuit Favoritnya pada Moto3 2026
Agung Kurniawan July 28, 2026 12:33 AM

Gold and Goose/AJO.FI
Dari depan; Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo), Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo), dan eda Ega Pratama (Honda Team Asia) dalam balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceska, Minggu (21/6/2026).

BOLASPORT.COM - Sebagai rival terberat Veda Ega Pratam, Brian Uriarte, mengungkap balapan terkesan yang dia jalani dengan label rookie pada Moto3 2026.

Menyandang status sebagai rookie atau pendatang baru pada Moto3 2026 tak membuat Uriarte menyurutkan mentalitasnya hingga memasuki paruh musim.

Bagaimana tidak? Andalan Red Bull KTM Ajo tersebut sudah menorehkan total 3 podium dengan 2 kemenangan dari 11 balapan yang sudah digelar.

2 kemenangan tersebut didapat Uriarte setelah dia tampil gemilang pada Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello, dan Moto3 Jerman 2026 di Sachsenring.

Sedangkan 1 podium lainnya didapat rekan setim Alvaro Carpe tersebut usai finis di posisi kedua pada Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno.

Dengan hasil gemilang itu menempatkan Uriarte berada di peringkat kedua klasemen sementara melalui torehan 127 poin.

Tak hanya jadi pesaing terdekat andalan Aspar Team, Maximo Quiles dengan selisih 104 poin saja, Uriarte juga kian dominan dalam persaingan rookie terbaik.

Dia berada di peringkat 1 dengan unggul 37 poin dari pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama yang membuntutinya di peringkat kedua.

Melalui wawancara yang dilansir BolaSport.com dari laman resmi Red Bull KTM Ajo, didikan mantan manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora itu mengungkap seri favoritnya.

2 seri tersebut memiliki kesan tersendiri dalam perjalanan Uriarte mengarungi musim pertamanya di kelas Moto3.

Ya, lintasan pertama yang disebut pembalap berusia 17 tahun itu adalah Sirkuit Mugello, tuan rumah GP Italia yang menjadi tempat dia mendapatkan kemenangan pertama.

Selain Mugello, Uriarte juga menyebut Sachsenring, di mana dia berhasil merebut kemenangan kedua musim ini yang menjadi seri penutup pada paruh pertama.

"Untuk kategori terbaik, tentu saja saya akan memilih GP Italia, tempat saya meraih kemenangan pertama," kata Uriarte menjelaskan.

"Secara keseluruhan, akhir pekan itu juga sangat menyenangkan dan saya sangat menikmatinya, GP Jerman juga tak kalah berkesan karena kami kembali menang," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Uriarte juga menjelaskan momen kunci yang mengubah performanya terjadi pada tes resmi di Sirkuit Jerez, Spanyol usai gelaran GP Spanyol.

Dari agenda tersebut, Uriarte merasa timnya menemukan arah yang tepat dalam menyiapkan setelan motor untuk membantunya tampil kompetitif.

"Jika harus memilih momen kunci musim ini, itu adalah Tes Jerez setelah GP Spanyol, saat itulah kami berhasil menemukan basis yang solid dan arah pengembangan yang pasti," ucap Uriarte.

"Saya rasa kami membuat kemajuan besar di sana, dan sejak saat itu kami menunjukkan peningkatan nyata dalam hal adaptasi yang jauh lebih baik terhadap segala kondisi."

"Tidak ada satu sirkuit pun yang terasa jauh lebih sulit dibandingkan yang lain bagi saya, namun saya sempat agak kesulitan di Brasil dan Amerika Serikat."

"Sirkuit-sirkuit di awal musim memang menantang, tetapi saat ini kami berhasil tampil solid dan konsisten di mana pun kami berlaga, sehingga tak ada sirkuit yang terasa terlalu menyulitkan bagi saya."

Pengakuan Uriarte tersebut menjadi sebuah ironi di mana 2 lintasan tersebut merupakan lintasan favorit Veda yang musim ini juga bertindak sebagai rookie.

Mugello dan Sachsenring menjadi lintasan favorit andalan Honda Team Asia tersebut bersama Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Veda sendiri menyudahi aksinya pada GP Italia dan GP Jerman dengan merengkuh finis di posisi ke-8.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.