Melepas Rindu Masakan Malaysia di Jakarta
Khairisa Ferida July 28, 2026 01:00 AM

Liputan6.com, Jakarta - Tourism Malaysia Jakarta dan Gran Meliá Jakarta menggelar "Malaysian Gastronomic Month 2026" untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Malaysia kepada masyarakat Indonesia sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Program bertajuk "From Kuala Lumpur to Jakarta: A Celebration of Malaysian Flavours" tersebut berlangsung pada 27 Juli hingga 14 Agustus 2026. Beragam hidangan khas Malaysia disajikan di Café Gran Vía dalam bentuk prasmanan makan malam setiap hari pukul 18.00 hingga 22.00 WIB dengan harga Rp395.000++ per orang.

Chargé d'Affaires Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia Farzamie Sarkawi mengatakan kuliner memiliki kemampuan untuk menghubungkan masyarakat serta memperkenalkan kebudayaan, sejarah, dan identitas sebuah negara.

"Makanan lebih dari sekadar sesuatu yang kita konsumsi. Makanan merupakan cerminan budaya, sejarah, dan identitas. Setiap hidangan memiliki cerita, sementara setiap jamuan bersama memberikan kesempatan untuk menghargai tradisi, membangun pemahaman, dan merayakan keberagaman yang menjadikan kawasan kita istimewa," ujar Farzamie dalam peluncuran program tersebut di Jakarta, Senin (27/7).

Menurut dia, makanan kerap menjadi salah satu kenangan utama yang dibawa wisatawan setelah mengunjungi suatu tempat, selain masyarakat yang ditemui dan berbagai destinasi yang didatangi. Sebuah hidangan bahkan dapat membangkitkan kenangan terhadap suatu tempat sekaligus menginspirasi seseorang untuk kembali melakukan perjalanan.

Sepanjang Malaysian Gastronomic Month 2026, pengunjung dapat menikmati sejumlah hidangan populer Malaysia, mulai dari hidangan pembuka seperti kerabu dan acar jelata hingga menu utama berupa ayam masak merah, daging masak hitam, dan ikan asam pedas.

Pengunjung juga dapat mencicipi hidangan penutup tradisional, antara lain bubur pulut hitam dan kuih ketayap, yang dapat dinikmati bersama minuman khas Malaysia seperti teh tarik dan sirap Bandung.

Seluruh menu disiapkan di bawah arahan Executive Chef Addy dari Meliá Kuala Lumpur. Hidangan-hidangan tersebut dipilih tidak hanya berdasarkan cita rasanya, tetapi juga cerita, tradisi, serta warisan budaya yang terkandung di dalamnya.

Farzamie mengatakan penyelenggaraan bulan gastronomi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempromosikan Malaysia sebagai destinasi wisata dalam rangka Visit Malaysia 2026. Menurut dia, wisatawan saat ini tidak lagi hanya mencari destinasi dengan pemandangan indah, tetapi juga menginginkan pengalaman autentik, interaksi yang bermakna, serta cita rasa yang berkesan.

"Karena itu, kami berharap siapa pun yang menikmati Malaysian Gastronomy Month di Jakarta akan terinspirasi untuk melanjutkan perjalanan tersebut langsung di Malaysia—menjelajahi kota-kotanya yang semarak, situs-situs Warisan Dunia UNESCO, pulau-pulau yang menakjubkan, hutan hujan yang memesona, kekayaan flora dan fauna yang khas, serta tentu saja ragam kuliner yang menunggu untuk dinikmati," tutur Farzamie.

Ia menggarisbawahi bahwa hubungan Malaysia dan Indonesia memiliki karakter istimewa karena kedua negara merupakan tetangga bersaudara yang memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan hubungan antarmasyarakat.

Selama lebih dari tujuh dekade, kata Farzamie, masyarakat Malaysia dan Indonesia telah menjadi penggerak utama hubungan kedua negara. Pertukaran antarmasyarakat juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial serta menjaga stabilitas kawasan.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang untuk memperkuat persahabatan antara Malaysia dan Indonesia. Terkadang, cara paling sederhana untuk membangun kedekatan adalah dengan menikmati makanan bersama," imbuhnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.