SERAMBINEWS.COM – Pemerintah Malaysia kembali menegaskan tidak akan mengakui Israel sebagai sebuah negara, meski menghadapi tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan desakan sejumlah anggota Kongres AS agar hubungan keamanan serta ekonomi dengan Kuala Lumpur ditinjau ulang.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menegaskan bahwa sikap tersebut bukanlah kebijakan baru. Menurutnya, Malaysia sejak lama konsisten tidak mengakui Israel dan tetap mempertahankan prinsip tersebut di bawah pemerintahan mana pun.
Hasan menjelaskan, Duta Besar Malaysia untuk Amerika Serikat, Muhammad Shahrul Ikram Yaakob, telah menyampaikan posisi resmi pemerintah Malaysia setelah dipanggil oleh Departemen Luar Negeri AS.
Baca juga: Penjajah Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat
"Itu selalu menjadi kebijakan Malaysia. Kebijakan imigrasi kami tidak mengakui Negara Israel atau rezim Zionis. Ini sudah lama menjadi posisi kami," tambahnya.
Malaysia merupakan salah satu negara mayoritas Muslim yang hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Selain itu, pemerintah Malaysia juga melarang pemegang paspor Israel memasuki wilayahnya sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Penegasan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, pada 15 Juli lalu kembali menegaskan komitmen pemerintahnya untuk tetap mempertahankan kebijakan tidak mengakui Israel.
Pernyataan Kuala Lumpur itu sekaligus menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya tekanan diplomatik dari Washington, Malaysia memilih tetap berpegang pada kebijakan luar negerinya yang telah berlangsung selama puluhan tahun terkait konflik Israel-Palestina.(*)