Target Rp22 Triliun, Penyaluran KPR Subsidi dan KUR Perumahan BRI 2026 Sudah Rp13,8 Triliun per Juni
Adiana Ahmad July 28, 2026 01:19 AM

POS-KUPANG.COM - BRI menetapkan Target Penyaluran KUR Perumahan 2026 dan KPR Subsidi senilai Rp22 Triliun. 

Dengan perincian, KPR subsidi Rp10 Triliun dan KUR Perumahan 2026 senilai Rp12 Triliun. 

Dari Target tersebut telah terealisasi Rp 13,8 Triliun hingga Juni 2026 atau sekitar 63 persen dari target yang diberikan pemerintah.

BRI optimis Realisasi KUR Perumahan 2026 mampu melampaui target pada akhir tahun. Demikian juga dengan Realisasi Penyaluran KPR Subsidi BRI 2026. 

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, BRI mendapat target penyaluran sebesar Rp 22 triliun, terdiri dari Rp 10 triliun untuk KPR FLPP dan Rp 12 triliun untuk KUR Perumahan.

Baca juga: Cek Simulasi Angsuran Pinjaman KUR BSI Mikro 2026 Plafon Rp 80 juta Tenor 12-36 Bulan

"Dari total target tersebut, sampai Juni kami sudah menyalurkan sekitar Rp 13,8 triliun atau sekitar 63?ri target. Karena ini baru bulan Juli, kami optimistis hingga akhir tahun pencapaiannya bisa lebih dari 100 % ," ujar Hery di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Hery merinci, penyaluran KUR Perumahan telah mencapai sekitar 89?ri target yang diberikan kepada BRI. Tingginya realisasi tersebut bahkan membuat pemerintah berencana kembali menaikkan target penyaluran KUR Perumahan bagi BRI.

Sementara itu, realisasi penyaluran KPR FLPP baru mencapai sekitar 32?ri target Rp 10 triliun.

Secara nasional, pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar Rp 95 triliun pada tahun ini. Target tersebut terdiri dari Rp 45 triliun untuk KPR FLPP dan Rp 50 triliun untuk KUR Perumahan, yang naik dari target sebelumnya sebesar Rp 36 triliun.

Menurut Hery, tingginya realisasi KUR Perumahan tidak terlepas dari strategi perseroan yang aktif menjangkau sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand).

Baca juga: Masuk Kategori Mikro, Segini Cicilan KUR BNI 2026 Pinjaman Rp 25 Juta-Rp 100 Juta, cek Syaratnya

Di sisi penawaran, BRI menggandeng kontraktor, pengembang (developer), hingga toko bangunan untuk memperluas pemanfaatan KUR Perumahan. Sementara dari sisi permintaan, perseroan secara rutin menggelar sosialisasi kepada masyarakat di berbagai daerah.

"Program ini berjalan sangat baik karena kami menggarap sisi supply dan demand secara bersamaan. Itu yang membuat penyerapannya tinggi," katanya.

Hery mengungkapkan, salah satu kegiatan sosialisasi di Kota Bandung pekan lalu berhasil mencatat potensi penyaluran KUR Perumahan lebih dari Rp 400 miliar dengan diikuti hampir 2.000 calon debitur.

Bahkan, pada kegiatan serupa di Kota Malang, Batu, dan  Blitar potensi pembiayaan yang tercatat mencapai sekitar Rp 530 miliar.

Ke depan, BRI menargetkan potensi penyaluran yang lebih besar lagi.

Hery menambahkan, pemerintah juga terus memberikan perhatian terhadap percepatan penyaluran KUR Perumahan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.