Gubernur Kalbar Minta Kepala OPD Tinggalkan Ego Sektoral, Norsan: Modal Penting Pelayanan Publik
Faiz Iqbal Maulid July 28, 2026 02:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) melalui BPSDM Kalbar menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang diikuti seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Taman Wisata Amalzone, Parit Penjara, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Senin 27 Juli 2026

Kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi, kolaborasi, serta membangun kepercayaan antarpimpinan perangkat daerah.

Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan kekompakan antarpimpinan perangkat daerah menjadi modal penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menyegarkan pikiran, mempererat persahabatan, serta membangun kembali kekompakan dan kebersamaan dalam menjalankan tugas sehari-hari,” ujar Norsan dalam arahannya.

Menurutnya, tantangan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Karena itu, setiap kepala OPD harus mampu bekerja sebagai satu tim, saling mendukung, dan mengesampingkan ego sektoral demi kepentingan masyarakat.

Selain memperkuat sinergi internal, Norsan juga mengingatkan seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berpesan kepada seluruh pejabat agar menjadi Aparatur Sipil Negara yang baik dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kalimantan Barat,” tegasnya.

• Dua Jam Berdiskusi dengan Sopir Truk, Gubernur Ria Norsan Ungkap Persoalan BBM Subsidi di Kalbar

Di akhir arahannya, Gubernur mengajak seluruh jajaran Pemprov Kalbar menjadikan nilai khairunnas anfa’uhum linnas sebagai pedoman dalam bekerja, yakni menjadi manusia yang paling baik karena mampu memberikan manfaat bagi sesama.

“Mari kita mengabdikan diri sebagai pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat luas melalui pelayanan yang tulus dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Kalbar berharap soliditas dan komunikasi antarpimpinan OPD semakin kuat sehingga koordinasi dalam pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Norsan Ungkap Persoalan BBM Subsidi di Kalbar

Di sisi lain, Ria Norsan sebelumnya menggelar audiensi maraton selama hampir dua jam bersama Aliansi Sopir Truk Kalbar, Pertamina dan jajaran kepolisian di Kantor Gubernur Kalbar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Pontianak, Senin 27 Juli 2026.

Ia mendapati sejumlah fakta mengejutkan di balik carut-marut distribusi BBM bersubsidi.

• Gubernur Kalbar Ria Norsan Apresiasi Aksi Pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih di Perbatasan Sambas

Dua celah utama yang menjadi biang kerok kelangkaan solar subsidi di lapangan adalah dugaan praktik penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh oknum SPBU serta indikasi 'pencurian' kuota melalui penggandaan penggunaan barcode (QR Code).

"Setelah kita diskusi kurang lebih sekitar dua jam, ternyata keluhan yang mereka sampaikan pertama masalah harga BBM subsidi di SPBU yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET)," kata Norsan.

Gubernur menyayangkan jika praktik menaikan harga tersebut benar-benar terjadi di SPBU.

Pasalnya, skema penetapan harga BBM bersubsidi telah diatur secara baku oleh pemerintah pusat untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas biaya logistik.

"SPBU tidak boleh menjual minyak subsidi di atas harga eceran tertinggi yang ditentukan oleh pemerintah pusat. Nah, ini terjadi katanya dan juga dilakukan oleh SPBU-SPBU," ujarnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.