BOLASPORT.COM - Asnawi Mangkualam mengklarifikasi kritik yang ia lontarkan mengenai hotel yang digunakan skuad Port FC di Piala Presiden 2026.
Bek kanan Port FC, Asnawi Mangkualam, kembali harus berurusan dengan netizen sepak bola Indonesia.
Asnawi merupakan pemain Timnas Indonesia yang merumput di luar negeri sejak 2021.
Ia pernah membela dua klub di Korea Selatan, yaitu Ansan Greeners dan Jeonnam Dragons.
Dalam 2,5 tahun terakhir, pemain jebolan PSM Makassar itu memperkuat Port FC di Liga Thailand.
Saat ini, klub milik Madam Pang sedang berlaga di Piala Presiden 2026 di Surabaya.
Port FC berada di turnamen ini sebagai juara bertahan, setelah menjuarai edisi 2025.
Meski begitu Asnawi menyampaikan keluhannya soal hotel tim sebelum turnamen dimulai.
"Kita berangkat jam 08.00 pagi, sampai di hotel jam 19.00 WIB malam, dan kita mendapatkan hotel yang kurang baik," ujar Asnawi sebelum laga kontra PSMS Medan, Sabtu (25/7/2026).
"Sangat kurang layaklah sebagai juara bertahan, tapi mendapatkan fasilitas yang kurang baik menurut saya, dari segi gym dan lain-lainnya itu kurang baik," tutur Asnawi.
Buntut dari keluhan tersebut, Asnawi mendapatkan perundungan di media sosial.
Sejumlah besar netizen mengartikan ucapan di atas sebagai kritik terhadap klub tuan rumah (Persebaya) maupun Kota Surabaya.
Padahal, ia sedang menyampaikan keluhan kepada panitia pelaksana Piala Presiden 2026.
Asnawi pun menyampaikan klarifikasi terkait hal tersebut melalui Instagram Story pada Senin (27/7/2026).
"Sebelum menghakimi atau berasumsi, pastikan informasinya akurat," tulis Asnawi di akun Instagram pribadinya.
"Saya hanya menyampaikan masukan berdasarkan apa yang benar-benar kami alami."
"1. Saya tidak pernah menghina kota maupun klub. Ini ditujukan kepada pihak penyelenggara, bukan kepada kota atau klub."
"2. Hotel ini sangat baik untuk vacation, tetapi kurang sesuai untuk kebutuhan operasional tim sepak bola dengan total pemain yang cukup banyak."
"3. Bagi tim sepak bola, penilaian bukan hanya soal kemewahan hotel atau kualitas pelayanan. Yang jauh lebih penting adalah fasilitas pendukung."
"4. Kenyamanan istirahat juga kurang optimal karena hotel berada tepat di depan rel kereta api."
"5. Ini bukan hanya opini pribadi, tapi juga dirasakan oleh rekan setim saya. Karena saya mewakili tim dalam jumpa pers, maka saya sampaikan agar ke depannya bisa lebih baik."
"6. Kami hanya berharap ke depannya dengan euforia turnamen sebesar ini pihak penyelenggara dapat mempertimbangkan hotel yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim."
"Kenapa kami harus selalu klarifikasi? Kenapa?"