Rindu Masakan Sunda, Perantau Asal Bandung Buka Dago di Bajo di Labuan Bajo, Harga Bersahabat
Cristin Adal July 28, 2026 04:47 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Di tengah menjamurnya restoran berkonsep premium di Labuan Bajo, sebuah tempat makan baru hadir dengan menawarkan konsep berbeda. Dago di Bajo menghadirkan aneka hidangan khas Sunda, menu Nusantara, hingga western dengan harga mulai Rp 10.000.

Restoran yang berlokasi di Jalan Pantai Pede Blok A3 itu resmi menggelar soft opening pada Minggu (26/7/2026). Kehadirannya ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat lokal dan para perantau yang ingin menikmati makanan berkualitas dengan harga terjangkau.

Owner Dago di Bajo, Tikki Capriati Marieski, mengatakan ide mendirikan restoran tersebut berawal dari pengalamannya sebagai perantau asal Bandung yang kesulitan menemukan makanan dengan cita rasa yang sesuai, porsi memadai, dan harga yang bersahabat di Labuan Bajo.

"Awalnya saya datang ke Labuan Bajo mengikuti suami yang bekerja di sini. Saya merasakan sendiri sulit mencari makanan yang enak, porsinya besar, tetapi harganya terjangkau. Dari situ muncul keinginan menghadirkan tempat makan yang nyaman untuk warga lokal maupun para perantau," ujarnya.

Baca juga: Apotek K-24 Hadir di Labuan Bajo, Layani Warga 24 Jam dan Perkuat Upaya Cegah Stunting

Selain menyajikan masakan khas Sunda, Dago di Bajo juga menawarkan beragam menu Nusantara, steak, pasta, hingga berbagai hidangan western.

Salah satu menu andalan restoran ini adalah ayam goreng basah dengan sambal terasi. Selain itu, tersedia pula tenderloin steak dan jukut goreng, sayuran renyah khas Sunda yang, menurut Tikki, belum pernah dijual di Labuan Bajo.

"Jukut goreng ini biasanya hanya ada di daerah Sunda. Selama dua tahun saya tinggal di Labuan Bajo, saya belum menemukan yang menjual menu ini. Jadi kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda," katanya.

Berdasarkan pantauan TRIBUNFLORES.COM, antusiasme masyarakat pada hari kedua soft opening cukup tinggi. Restoran dipadati pengunjung dari berbagai kalangan usia.

Salah satu menu yang banyak diminati adalah ayam goreng basah dengan tekstur daging yang empuk, bercita rasa gurih, dan bumbu yang meresap.

Baca juga: Usaha Hidroponik Will da Costa Tumbuh Bersama Pariwisata Labuan Bajo Manggarai Barat NTT

Dago di Bajo menawarkan harga mulai Rp 10.000 untuk menu sayuran. Sementara menu nasi lengkap dengan lauk dibanderol sekitar Rp 25.000 hingga Rp 30.000, sedangkan menu western dijual mulai kisaran Rp 30.000.

Menurut Tikki, dengan anggaran sekitar Rp 200.000, satu keluarga yang terdiri atas empat hingga lima orang sudah dapat menikmati hidangan bersama.

"Kami ingin mengubah anggapan bahwa makan enak di Labuan Bajo harus mahal. Di sini orang bisa makan kenyang, tempatnya nyaman, dan tetap terjangkau," ujarnya.

Tak hanya mengusung konsep kuliner yang ramah di kantong, Dago di Bajo juga berkomitmen memberdayakan masyarakat setempat.

Seluruh karyawan restoran, mulai dari manajer hingga pelayan, merupakan warga Labuan Bajo dan sekitarnya. Bahan baku seperti ayam, sayuran, daging, hingga air minum juga dipasok dari petani dan pemasok lokal.

"Semua kru kami sekitar 20 orang, semuanya orang lokal. Selain itu, bahan baku seperti ayam, sayuran, daging hingga air minum juga kami beli dari petani dan pemasok lokal. Kami ingin ikut memajukan ekonomi masyarakat di sini," kata Tikki.

Saat ini Dago di Bajo masih menjalani masa soft opening. Dalam satu hingga dua pekan mendatang, restoran tersebut dijadwalkan menggelar grand opening dengan jam operasional yang lebih panjang, mulai dari layanan sarapan hingga pukul 22.00 Wita.

"Kami masih membuka diri terhadap berbagai masukan dari pelanggan agar ke depan pelayanan dan kualitas makanan semakin baik," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.