Khawatir Merembet ke Permukiman, Jago Merah Lalap Lahan 5 Hektare di Bukit Putat
Hari Susmayanti July 28, 2026 06:01 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL  - Kebakaran lahan terjadi di bukit Putat, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. 

Lahan seluas 5 hektare dilalap jago merah, Minggu (26/7/2026) petang. 

Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, menjelaskan, kejadian kebakaran lahan di Bukit Putat berlangsung pada sore hari. 

Kejadian itu diketahui oleh warga setempat sehingga diteruskan ke BPBD Bantul untuk dilakukan pemadaman.

"Sekitar lima hektare lahan dengan status Sultan Ground dan SHM itu dilalap si jago merah," ucapnya, kepada Tribun Jogja, Senin (27/7/2026).

Dia menyampaikan, setidaknya ada satu unit mobil pemadam kebakaran dan enam personel yang melakukan pemadaman. 

Selain itu, jajaran Polsek Imogiri, relawan, dan sejumlah pihak turut terlibat dalam pemadaman tersebut.

"Proses pemadaman sempat mengalami kendala dikarenakan lokasi yang sulit dijangkau," terang Kristanto.

Pihak BPBD DIY mencatat puluhan kejadian kebakaran selama musim kemarau 2026. 

Data tertinggi terjadi pada kebakaran lahan. 

Kristanto Kurniawan, menyebut, selama awal Juni hingga 22 Juli 2026 pukul 11:30 WIB, terdapat 62 kejadian kebakaran. 

Objek atau lokasi kebakaran tertinggi berupa lahan/rumpun bambu. 

"Selama Juni 2026 ada delapan kejadian kebakaran lahan/rumpun bambu, selama awal sampai 22 Juli 2026 ada 17 kejadian kebakaran lahan/rumpun bambu. Total ada 25 kejadian lahan/rumpun bambu dengan rentang waktu tersebut," katanya. 

Kemudian selama periode tersebut, terdapat kejadian kebakaran dengan objek 10 rumah, empat jaringan listrik, tiga tempat usaha, enam bangunan gudang dan lain-lain, serta 14 tumpukan sampah. 

Adapun penyebab kebakaran terbanyak dikarenakan aktivitas membakar sampah dan barang bekas. 

Tercatat, 26 kejadian diduga karena aktivitas membakar sampah selama periode itu.

"Selanjutnya, empat kejadian dikarenakan kesengajaan, empat kejadian dikarenakan kebocoran gas, sembilan kejadian dikarenakan kelalaian, 13 kejadian dikarenakan korsleting listrik, dan enam kejadian belum diketahui penyebabnya," beber dia.

Lebih lanjut, Kristanto memperkirakan data kejadian kebakaran masih terus bergerak. 

Apalagi pada Minggu (26/7/2026) kemarin, terdapat lima kejadian kebakaran dengan objek tumpukan kayu, lahan tebu, hingga lahan tersebar di Kapanewon Piyungan, Bambanglipuro, dan Imogiri.     

"Lima kejadian itu, yang pertama di objek tumpukan kayu merambat ke kandang sapi di Prayan Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, diduga karena pembakar sampah. Kemudian, objek lahan tebu di Caben, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, diduga karena membakar sampah (daun kering)," terang dia.

Objek ketiga yakni kebakaran pada tumpukan kayu merambat ke rumpun bambu di Plososari Sumokaton, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, diduga karena aktivitas membakar sampah. 

"Selanjutnya kebakaran lahan di Kembang, Kapanewon Imogiri, diduga karena membakar sampah, serta kebakaran lahan di Bukit Putat, Kalurahan Selopamioro," tandas dia.

Baca juga: Dipicu Warga Bakar Sampah, Kebakaran Lahan di Kulon Progo Cenderung Meningkat

Faktor pemicu

Dikonfirmasi secara terpisah, Panewu Imogiri, Slamet Santoso, menyampaikan, pemicu kejadian kebakaran itu diduga karena aktivitas pembakaran. 

"Berdasarkan informasi yang kami dapat, di lokasi itu banyak semak-semak. Terus banyak ular kobra. Jadi, untuk membersihkan secara manual berisiko, maka dibakar dan setelah itu dibersihkan," bebernya.

Kejadian kebakaran di lokasi tersebut sudah kerap terjadi. Apalagi, lokasi tersebut merupakan perbukitan dan semak-semak. Lokasi kebakaran itu pun ditanami pohon jati dan lain-lain.

 "Tetapi, aktivitas pembakaran itu dikhawatirkan merembet ke permukiman. Karena seminggu ini kan, anginnya kencang sekali. Sedangkan jarak lokasi kejadian dengan permukiman sekitar puluhan dan ratusan meter," tutur Slamet.

Di sisi lain, di Selopamioro sendiri, kata Slamet sudah memiliki relawan untuk penanganan kebakaran hutan serupa. 

Walau begitu masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan menghindari pembakaran lahan untuk keselamatan bersama. 

"Masyarakat diimbau berhati-hati. Jangan membakar sampah maupun daun kering tanpa pengawasan," imbaunya. (nei)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.