Renungan Harian Kristen Senin 27 Juli 2026, Mendidik Untuk Taat 
Oby Lewanmeru July 28, 2026 07:19 AM

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Senin 27 Juli 2026, dengan judul Mendidik Untuk Taat. 

Melalui ketaatan satu orang banyak orang menjadi orang benar. 

Renungan Harian Kristen ini merujuk pada KITAB ROMA 5:18-19.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Minggu 26 Juli 2026, Perubahan dimulai dari Kepedulian kepada Pendidikan

Isi buku renungan ini berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen sesuai tradisi Calvinis yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).

POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Juli 2026.

Renungan Harian Bulan Juli 2026 ini mengambil judul Pendidikan yang Memerdekakan - Menghidupi Hikmat Allah dalam Keseharian.

Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen. 

Noah Webster, penulis buku 
American Dictionary of the English Language, yang terbit pada tahun 1828.

Buku ini berisi definisi lengkap kata-kata bahasa Inggris dan banyak menggunakan kutipan dari  Alkitab  sebab  baginya mempelajari  bahasa  berarti meneliti bagaimana cara Allah berkomunikasi dengan manusia melalui kata-kata.

Ia mengutip Ibrani 1:1-2. Noah begitu berani memusatkan pendidikan pada Kristus dan semua pengajaran harus mengarakan kepada Firman-Nya.

Ketaatan Menyelamatkan Kita

Pendidikan yang baik berawal di Taman Eden.

Di sanalah Tuhan menciptakan Adam dan Hawa menurut gambar dan rupa-Nya dan tanpa dosa, semuanya sungguh sangat baik. 

Tetapi mereka perlu bertumbuh menjadi dewasa, belajar untuk mempercayai Tuhan dan taat kepada-Nya. Ketaatan merupakan topik utama di Taman Eden.

Adam dan  Hawa  menerima anugerah  menikmati  hidup yang  berkelimpahan. 

Tuhan menghendaki mereka menikmatinya dalam ketaatan.

Di Taman Eden ini pula dosa pertama terjadi, yaitu hilangnya ketaatan kepada Allah.  

Ketaatan, sebuah kata yang sangat sederhana, namun ternyata memiliki dampak yang sangat besar.

Dalam sejarah, Yesus Kristus, Anak Allah datang ke dunia menjadi manusia dan memulihkan yang hilang, karena ketaatan. Ketaatan adalah kondisi yang diperjuangkan Yesus Kristus.

Oleh karena itu, ketaatan menjadi tujuan dalam seluruh upaya mendidik dan melahirkan generasi masa depan melalui pendidikan, baik di dalam keluarga, gereja, lembaga pendidikan, dan penegakan aturan.

Allah sendirilah yang menetapkan ketaatan kepada-Nya sebagai perintah bagi semua orang percaya.

Oleh karena itu, pendidikan yang dijalankan keluarga-keluarga Kristen, gereja, dan sekolah Kristen adalah pendidikan yang mengutamakan ketaatan kepada Tuhan.

Yesus Kristus mati bagi dunia demi menyatakan ketaatan-Nya kepada Allah Bapa di surga.

Tuhan Yesus memeritnahkan kepada para murid untuk “memuridkan” semua bangsa untuk taat kepada segala yang telah diperintahkan Tuhan.

Namun adakalanya kita masih melawan,  bahkan  masih  ada yang  berpikir  peraturan dibuat  untuk dilanggar. Kita menolak taat.

Pikirkanlah kembali, kontras antara Adam dan Kristus. 

Adam sudah diperingatkan untuk taat dan ketika ia tidak taat, ia mati.

Sedangkan Kristus, Ia tahu bahwa kematian sudah menantinya, namun ia memilih tetap taat. Ketaatan menyelamatkan kita, tetapi ketidaktaatan membinasakan kita.

Pokok Doa

Kiranya kekuaran Roh Kudus memampukan kita untuk taat di tengah segala kesulitan dan godaan ketidaktaan di dalam dunia. Amin (*)

Komunitas Suluh Injil Sekretariat : Jl.  Seruni No. 8 Naikoten, Kota Kupang

Telp : +62 8113828074, +62 85239108328.

Email : bethseba0906@gmail.com.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.