Kualitas Udara di Dua Kabupaten di Kalbar Ini Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Faiz Iqbal Maulid July 28, 2026 04:42 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat merilis kualitas udara per 26 Juli 2026.

Hasilnya, dua Kabupaten per 26 Juli 2026 masuk kategori Sangat Tidak Sehat.

Di antaranya Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kubu Raya.

Kondisi itu dipicu dari dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Berdasarkan data terbaru, kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya mencapai nilai maksimum harian 237 µg/m⊃3;.

Sementara di Kabupaten Mempawah berada di angka 166,5 µg/m⊃3;.

Angka ini menunjukkan kondisi udara yang sudah jauh di atas ambang aman, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terutama bagi kelompok rentan.

Kondisi cuaca ini diprakirakan dapat terus meningkat menimbang titik panas yang masih cukup banyak di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

Sebagai informasi, kategori kualitas udara dibagi menjadi beberapa tingkatan.

Pada 0–50 µg/m⊃3; masuk kategori Baik, 51–100 µg/m⊃3; Sedang yang masih aman namun bisa memengaruhi tanaman sensitif. 

• Kualitas Udara Sempat Sangat Tidak Sehat, BPBD Mempawah Pastikan Belum Ada Laporan Karhutla Pagi Ini

Jika berada di kisaran 101–150 µg/m⊃3;, kualitas udara masuk kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif, artinya mulai berbahaya bagi anak-anak, orang tua, dan penderita gangguan pernapasan.

Dengan angka di atas 150 µg/m⊃3;, kondisi udara di Kubu Raya dan Mempawah jelas perlu diwaspadai.

BPBD Mempawah Pastikan Belum Ada Laporan Karhutla

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah memastikan hingga Senin 27 Juli 2026 pagi, pihaknya belum menerima laporan adanya Karhutla di wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra. 

Pasalnya, cuaca panas dan terik di musim kemarau saat ini sangat rawan memicu munculnya titik api (hotspot), khususnya di area lahan kering dan gambut.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana BPBD Mempawah, Mulyadi, mengungkapkan bahwa sejauh ini situasi di lapangan masih relatif terkendali.

"Alhamdulillah hingga pagi ini belum ada laporan yang masuk terkait kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mempawah," ujar Mulyadi kepada Tribun Pontianak, Senin 27 Juli 2026.
Dampak Titik Panas Kalbar dan Kualitas Udara

BPBD Kalbar Deteksi 1.317 Titik Panas

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) resmi mengajukan protokol hujan buatan ke pemerintah pusat imbas kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kota Pontianak dan sekitarnya sejak Jumat 24 Juli 2026 lalu.

Berdasarkan data terakhir yang dikeluarkan oleh BMKG Kalbar per Sabtu 25 Juli, ada total 1.317 titik panas yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota.

Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel saat dikonfirmasi menyebut segala upaya terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak karhutla yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.

Mulai dari mengerahkan personel darat, hingga personel udara dengan melakukan waterbombing di titik lokasi yang sulit dijangkau.

Namun demikian, titik panas yang terus bertambah meningkatkan risiko bertambahnya titik api.

"Sudah usulkan, tinggal bagaimana hasilnya masih menunggu," kata Daniel kepada TribunPontianak.co.id, Minggu 26 Juli 2026.

Sembari menunggu upaya tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota untuk melakukan upaya pemadaman api akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi.

• Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat Akibat Karhutla, Ribuan Titik Panas Mengepung Kalbar

Cara Menjaga Diri dari Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat

Berikut cara menjaga diri dari kualitas udara yang sangat tidak sehat dilansir dari Kemenkes:

1. Gunakan masker

Pilih masker N95/KN95 atau masker kain berlapis filter untuk melindungi saluran pernapasan.

2. Batasi aktivitas luar ruangan

Hindari keluar rumah saat polusi tinggi, terutama pagi dan sore hari (rush hour).

3. Tutup ventilasi rumah

Kurangi masuknya udara kotor, gunakan air purifier bila tersedia.

4. Jaga kesehatan tubuh

Konsumsi buah dan sayuran kaya antioksidan (vitamin C & E) untuk memperkuat daya tahan tubuh.

5. Hindari olahraga di luar

Lakukan olahraga ringan di dalam ruangan agar tidak menghirup polusi berlebih.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.