TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Jambore Sakera Mania menjadi lebih dari sekadar ajang silaturahmi antarsuporter Persekabpas Pasuruan.
Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat soliditas suporter sekaligus membangun komunikasi antara manajemen klub, suporter, dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan menjelang bergulirnya Liga Nusantara musim 2026/2027.
Dalam forum tersebut, Ketua Pertimbangan Percepatan Pembangunan Daerah (P3D) Kabupaten Pasuruan Rohani Siswanto mengingatkan pentingnya menjaga persatuan.
Menurutnya, kekompakan Sakera Mania menjadi modal utama untuk mengawal kebangkitan Persekabpas.
“Yang paling penting, Sakera Mania harus tetap kompak. Jangan mudah diadu domba dalam bentuk apa pun. Apa yang kita lakukan hari ini semata-mata untuk kemajuan sepak bola Kabupaten Pasuruan,” tegas Rohani, Senin (27/7/2026) malam.
Baca juga: Sakera Mania Percaya Mas Rusdi dan Manajemen Serius Bawa Persekabpas Naik Kasta
Ia menilai, target membawa Persekabpas promosi ke Liga 2 tidak hanya menjadi tanggung jawab pemain maupun manajemen.
Seluruh elemen, termasuk suporter, harus memiliki semangat dan tujuan yang sama.
Karena itu, Rohani mengajak seluruh pendukung Persekabpas melakukan refleksi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar.
“Kalau cita-cita kita membawa Persekabpas naik ke Liga 2, maka kita semua harus memantaskan diri untuk naik kelas, baik manajemen, suporter, maupun seluruh stakeholder sepak bola di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Perwakilan Manajemen Persekabpas Arya Wirajalu mengapresiasi inisiatif Sakera Mania yang menggagas jambore tersebut.
Baca juga: Sakera Mania Mengadu ke DPRD, Desak Persekabpas Berbenah Total
Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum penting untuk memperkenalkan program kerja manajemen sekaligus membuka ruang dialog dengan para suporter dan pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi Sakera Mania yang telah menginisiasi jambore ini untuk memamerkan program manajemen dalam menghadapi Liga Nusantara 2026/2027, kegiatan ini juga menjadi kesempatan berdiskusi dengan pemerintah daerah dan para suporter,” katanya.
Arya menjelaskan, komunikasi yang terbangun melalui forum seperti ini merupakan bagian dari roadmap manajemen Persekabpas membangun tata kelola klub yang lebih profesional.
Menurutnya, kemajuan sepak bola daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara manajemen, pemerintah, dan suporter.
Ia berharap, dialog semacam itu dapat terus digelar sebagai sarana memperkuat sinergi sekaligus mengevaluasi berbagai program yang dijalankan manajemen.
“Forum seperti ini penting untuk menjaga komunikasi dan memastikan program yang kami jalankan tetap berada di jalur yang benar serta sesuai harapan para suporter,” pungkasnya.