Pelaku Pasar Diminta Tenang Usai Gubernur BI Mundur dari Jabatan 
Hari Susmayanti July 28, 2026 07:14 AM

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti meminta pelaku pasar tetap tenang menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI. 

Ia memastikan kebijakan bank sentral tetap berjalan konsisten untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan. 

Usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026), Destry menegaskan tidak ada perubahan arah kebijakan moneter meski terjadi transisi kepemimpinan di BI. 

"Untuk market, tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya," ujar Destry seperti dikutip dari Antara. 

Menurut Destry, prioritas utama BI saat ini tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagai salah satu pilar kebijakan moneter. 

Untuk itu, bank sentral akan terus hadir di pasar melalui berbagai instrumen stabilisasi. 

Ia mengatakan, BI akan melanjutkan intervensi di pasar valuta asing, baik melalui pasar spot, non-deliverable forward (NDF), maupun domestic non-deliverable forward (DNDF) untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. 

Selain menjaga stabilitas rupiah, BI juga akan meneruskan kebijakan makroprudensial yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

Destry menambahkan, sesuai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Juli 2026, bank sentral tetap berupaya mendorong masuknya aliran modal asing (capital inflow) melalui pemberian insentif berupa penurunan biaya lindung nilai (hedging). 

"Jadi kebijakan itu masih tetap kami lakukan dan juga di Bank Indonesia ini kepemimpinan dilakukan secara kolektif kolegial," kata Destry. 

Ia menegaskan seluruh anggota Dewan Gubernur BI akan memastikan seluruh tugas dan mandat bank sentral tetap berjalan sebagaimana mestinya selama masa transisi kepemimpinan. 

"Kita juga tentu berharap stabilitas di pasar keuangan kita akan bisa pulih dan normal kembali seperti semula," ujar Destry.

Perlu diketahui, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya.
 
Kabar tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta, Senin (27/7/2026) pagi. 

Adapun posisi Gubernur BI digantikan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti.     

“Per kemarin, secara resmi, kami menerima surat pengunduran diri Gubernur BI kepada Bapak Presiden,” ujar Mensesneg Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). 

Hadi menambahkan, surat pengunduran diri akan ditindaklanjuti dan diterbitkan surat ketetapan atas dirinya. 

Sesuai UU BI, lanjut dia, posisi Gubernur BI akan dijabat oleh Deputi Gubernur Senior. 

“Yang selanjutnya akan menjabat sebagai Gubernur BI sementara, yang dimaksud Gubernur Senior adalah Ibu Destry Damayanti,” paparnya. 

Menurut informasi yang disampaikan, Gubernur BI mundur dikarenakan hal pribadi.

Baca juga: Ekonom UGM Soroti Tantangan BI usai Perry Warjiyo Mundur

Tidak mengganggu

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak akan mengganggu komitmen pemerintah dan bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter. 

Menurut Airlangga, yang terpenting adalah Bank Indonesia sebagai institusi tetap menjalankan fungsi dan kewenangannya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta kestabilan moneter. 

"Yang penting kan institusinya. Dan institusi BI kan tetap menjalankan fungsi untuk menjaga nilai tukar dan juga menjaga kestabilan moneter," kata Airlangga kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (27/7). (kpc)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.