TRIBUNFLORES.COM, KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku hingga Rabu (29/7/2026) pukul 08.00 WITA.
Dampak dari gelombang tinggi dan angin kencang tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang secara resmi membatalkan seluruh jadwal penyeberangan untuk semua lintasan pada Senin (27/7/2026).
Keputusan pembatalan pelayaran ini merujuk pada Surat Himbauan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang Nomor: `PU-KSOP.KPG 6 TAHUN 2026` tentang peringatan dini gelombang tinggi.
"Berdasarkan surat himbauan KSOP Kupang tentang peringatan dini gelombang tinggi dari BMKG, kami sampaikan bahwa jadwal pelayanan penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang pada hari Senin, 27 Juli 2026 dibatalakan untuk seluruh lintasan," bunyi pengumuman resmi ASDP Kupang melalui kanal resminya, Senin (27/7/2026).
Pihak ASDP menegaskan pelayaran akan diberangkatkan kembali apabila kondisi cuaca dan gelombang laut sudah kembali membaik dan bersahabat.
Baca juga: Cuaca NTT, Senin 27 Juli 2026: Umumnya Cerah Berawan, 5 Wilayah Ini Berpotensi Hujan Ringan
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Prigan Jundan Wisanggeni, menjelaskan bahwa pola angin di wilayah NTT saat ini umumnya bergerak dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 35 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumah titik, seperti Selat Sape, Perairan Flores, Selat Flores - Lamakera, Laut Sawu, hingga Perairan Selatan Timor - Rote yang memicu peningkatan tinggi gelombang laut.
BMKG mencatat area Perairan Selatan Timor - Rote menjadi wilayah paling rawan dengan potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4,0 meter.
Baca juga: BMKG: El Nino Menguat, Kemarau Meluas, tetapi Hujan Masih Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah
Sementara itu, gelombang sedang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di hampir seluruh perairan lain di NTT, di antaranya:
BMKG mengingatkan bahwa ambang batas risiko keselamatan pelayaran sangat rentan pada kondisi cuaca saat ini:
Masyarakat calon pengguna jasa penyeberangan serta para nelayan diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca resmi dan informasi penyeberangan terkini sebelum berencana melakukan perjalanan laut.
Sumber: BMKG