BANJARMASINPOST.CO.ID- Nilai tukar rupiah terdepresiasi 37 poin atau 0,21 persen ke level Rp18.000 per Dollar Amerika Serikat (AS) Senin (27/7) sebagai respons langsung atas mundurnya Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dari jabatannya.
Dampak pengunduran diri Perry Warjiyo rupiah langsung anjlok di pasar spot perdagangan, .Per pukul 10.51 WIB, rupiah terdepresiasi 37 poin atau 0,21 persen ke level 18.000 per Dollar AS.
Sebelumnya, per pukul 10.21 WIB, rupiah tercatat melemah 31 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp 17.994 per Dollar AS. Pada sesi pembukaan Senin pagi, rupiah terdepresiasi 13 poin atau 0,07 persen ke level Rp 17.976 per dollar AS.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan perubahan kepemimpinan BI dapat memunculkan ketidakpastian terkait kesinambungan kebijakan moneter.
Baca juga: Kadin Kalsel Ingin Stabilitas Moneter, Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
Baca juga: Menata Ekosistem Ojol
Kondisi ini akan mempengaruhi sentimen investor, sekaligus mendorong kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) yang pada akhirnya dapat menekan valuasi saham di pasar modal.
“Pergantian pimpinan BI picu kekhawatiran pasar. Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur BI, sementara Destry Damayanti ditunjuk sebagai pelaksana tugas. Ini pergantian ini dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap kesinambungan kebijakan moneter dan menekan rupiah,” ujar Nafan.
Ia juga memperkirakan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berpotensi mengalami kenaikan. Peningkatan yield akan mendorong naiknya tingkat bebas risiko (risk-free rate), sehingga dapat menekan valuasi saham di pasar ekuitas.
“Yield SBN 10 tahun juga berisiko naik, sehingga meningkatkan tingkat bebas risiko dan menekan valuasi saham,” ucap Nafan.
Meski demikian, ia masih memperkirakan Bank Indonesia akan tetap menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,0 persen. Namun, arah kebijakan moneter ke depan berpotensi menjadi lebih berorientasi pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. (kps)