Cek Fakta Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak dan Jasadnya Hilang, Polisi Beri Penjelasan
Rr Dewi Kartika H July 28, 2026 08:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Viral di media sosial, narasi yang menyebut ajudan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah tewas ditembak.

Bahkan jasad ajudan Febrie Adriansyah itu disebut-sebut menghilang.

Salah satun akun Instagram dengan username @kementerian_kurangajar turut mengunggah narasi itu. 

“INFO A77, SETELAH PENJAGA RUMAHNYA FEBRIE TEWAS SECARA MISTERIUS. KONON AJUDANNYA FEBRIE DIDUGA TEWAS DITEMBAK OLEH ORANG MISTERIUS SAMPAI SEKARANG BELUM DITEMUKAN JASADNYA HILANG BEGITU AJA,” demikian dikutip dari akun tersebut, Selasa, 28 Juli 2026. 

Meski demikian, unggahan tersebut tidak menyertakan bukti ataupun informasi pendukung yang dapat memverifikasi klaim tersebut.

Lalu, bagaimana faktanya?

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Budi Hermanto, mengatakan bahwa informasi itu tidak benar. 

“Sejauh ini kami sudah mengonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan, itu adalah hoaks,” kata Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/7/2026). 

Budi mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar, khususnya di media sosial. 

“Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tutur Budi. 

Informasi ini beredar setelah seorang pria bernama Sutrimo, diduga sebagai kepala rumah tangga (karumga) Febrie Adriansyah, ditemukan tewas di sebuah klinik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026) pagi. 

Dalam foto yang beredar, Sutrimo ditemukan dalam kondisi mulut berbusa. 

Dia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Di sana, dokter menyatakan Sutrimo sudah meninggal (death on arrival). 

Namun, menurut dokter, saat itu tak ada busa yang ditemukan pada mulut Sutrimo.

Jasadnya kemudian dibersihkan lalu diserahkan kepada orang yang mengantar untuk selanjutnya dibawa ke keluarganya di Banyumas untuk dimakamkan. 

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian Sutrimo. 

Sebab tak ada pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan. 

Budi mengatakan, pihak kepolisian masih mempertimbangkan ekshumasi atau menggali kembali kuburan untuk kepentingan identifikasi. 

"Ekshumasi itu dilakukan nanti apabila untuk menentukan, kita mencari tahu akibat kematian seseorang. Nah, ini kan ada tahapan-tahapan. Maka tahapannya nanti itu sudah tahap akhir, nanti akan dilakukan ekshumasi," tutur  Budi kepada wartawan di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026). 

Korban kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, tetapi dinyatakan telah meninggal saat tiba di rumah sakit. 

Ia belum bisa menyebut secara pasti penyebab tewasnya Sutrimo. 

Ia juga belum dapat memastikan apakah Sutrimo tewas dibunuh atau tidak. 

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut. 

Selain itu, polisi juga mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal korban ditemukan, serta informasi lain yang berkaitan dengan kasus tersebut. 

Berdasarkan informasi yang beredar di grup wartawan dan media sosial, Sutrimo merupakan kepala rumah tangga (karumga) di rumah dinas eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. 

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Budi menyatakan penyidik masih mendalaminya.

"Masih didalami," ucap dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.